INDOPOLITIKAKebakaran Gedung Terra Drone, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12) malam diduga dipicu baterai drone terbakar di lantai 1 gedung.

Saat itu, api sempat berusaha dipadamkan alat pemadam api ringan (APAR), namun gagal. Kebakaran ini merenggut nyawa 22 karyawan Terra Drone.

“Jadi berdasarkan keterangan para saksi-saksi, memang sumber awal itu adalah di lantai satu. Kemudian api tidak bisa dipadamkan meskipun sudah dicoba menggunakan beberapa APAR,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro kepada wartawan.

Pilu keluarga para korban

Duka tak terbendung, terlihat jelas dari raut wajah sanak keluarga korban kebakaran Gedung Terra Drone, Jakarta Pusat, Selasa (9/12) malam.

Suasana duka itu menyelimuti area depan Gedung Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Di antara kerumunan keluarga yang mencari kabar, Prasetyo berdiri dengan tatapan nanar. Ia adalah sepupu dari Novia, perempuan berusia 25 tahun yang menjadi salah satu korban kebakaran di gedung Terra Drone.

Dengan suara merendah, Prasetyo menceritakan kabar duka diterimanya lewat telepon dari pihak keluarga yang membuatnya terhenyak. Saat itu, Prasetyo tengah berada dalam perjalanan.

“Tadi itu lagi di jalan, kayaknya jam habis asar, ya. Jam 3-an lah,” ujar dia kepada wartawan, kemarin.

“Ditelepon mertua, ditelepon dapat kabar dari suaminya korban. Kalau suaminya dapat kabar dari mana saya enggak tahu,” jelasnya.

Kini, Prasetyo tengah mendampingi suami dan mertua Novia di RS Polri. Kehilangan Novia menyisakan pilu mendalam bagi keluarga. Pasalnya, Novia yang tengah hamil tua itu menanti kelahiran anak pertamanya pada Januari mendatang.

“Udah tua, ya [usia kandungannya]. Kemungkinan Januari itu udah mau, udah HPL-nya, ya,” ucap Prasetyo.

Meski tengah hamil besar, Novia ternyata masih bekerja seperti biasa di Terra Drone. Prasetyo menyebut, sepupunya itu terjebak di lantai 5 gedung saat kebakaran terjadi.

Novia sempat berupaya turun ke bawah untuk menyelamatkan diri. Namun, ia kembali ke lantai 5 lantaran asap yang makin pekat.

“Di lantai 5, mau turun ke lantai 1 karena api sudah berasap, balik lagi ke lantai 5 dan terjebak di situ,” tutur Prasetyo.

“Dari kondisinya, sih, alhamdulillah aman, ya, maksudnya masih utuh. Mungkin [kehabisan] oksigen,” imbuhnya.

Di tengah kebingungan dan kesedihan itu, keluarga masih menunggu proses identifikasi di Instalasi Forensik RS Polri sebelum membawa Novia untuk dimakamkan di Lampung, kampung halamannya.

“Tadi, sih, dapat kabar barusan memang mau direncanain mau dimakamin di Lampung. Mungkin besok kali, ya, kemungkinannya,” kata Prasetyo.

Daftar 22 Korban Meninggal

Disisi lain, Kementerian Sosial RI (Kemensos) melakukan asesmen terhadap para korban kebakaran Gedung Perkantoran Terra Drone.

“Kemensos akan memastikan asesmen berjalan cepat dan tepat agar para korban dan keluarga mendapat dukungan yang diperlukan,” ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan asesmen terbaru di lapangan, kebakaran diduga dipicu dugaan korsleting listrik yang memicu ledakan di lantai dua, kemudian merambat cepat ke seluruh bangunan tujuh lantai tersebut. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.

Hingga sore, terdapat 76 korban terdampak, terdiri dari 22 orang meninggal dunia dan 54 orang selamat. Selain itu, 1 orang korban luka berat telah dirujuk ke RS Islam untuk perawatan intensif, sementara korban selamat lainnya menerima layanan medis dari PMI Jakarta Pusat dan Dinas Kesehatan Kecamatan Cempaka Putih.

Berikut Daftar 22 Korban Meninggal Dunia:

  1. Saiful
  2. Nisa
  3. Mirza
  4. Chintia
  5. Pariyem
  6. Apriana
  7. Ninda
  8. Reyhan
  9. Ariel
  10. Yoga
  11. Rosdiana
  12. Novia (Ibu hamil)
  13. Emilia
  14. Chandra
  15. Della
  16. Assyifa
  17. Nazel
  18. Usna
  19. Sendy
  20. Siti
  21. Tasya
  22. Ervina

Kemensos melakukan pendataan lengkap terhadap korban selamat, korban meninggal, serta keluarga dan ahli waris sebagai dasar pemberian santunan duka, layanan dukungan psikososial, dan intervensi perlindungan sosial lainnya.

Kemensos akan terus mengikuti perkembangan proses evakuasi dan kondisi lapangan, serta memastikan seluruh korban dan keluarga terdampak mendapatkan dukungan yang diperlukan secara optimal. (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com