Berikut Nama dan Peran 5 WNI Fasilitator ISIS yang Disanksi AS

INDOPOLITIKA.COM – Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap lima warga negara Indonesia (WNI) yang dituding sebagai bagian jaringan fasilitator keuangan Negara Islam Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syriah/ ISIS) yang beraktivitas di Indonesia, Suriah dan Turki.

Departemen Keuangan AS dalam pernyataan yang diunggah pada situs resmi, Senin (9/5/2022), merinci kelimanya yaitu, Dwi Dahlia Susanti, Rudi Heryadi, Ari Kardian, Muhammad Dandi Adhiguna dan Dini Ramadhani.

Bacaan Lainnya

Dari kelima nama itu, Dwi Dahlia Susanti dianggap memiliki peran kunci dalam memfasilitasi perjalanan para ekstremis ke Suriah dan daerah lain tempat ISIS beroperasi.

Pemerintah AS menyebut Susanti telah menjadi fasilitator keuangan ISIS sejak 2017 dan telah membantu anggota ISIS lainnya dengan pengiriman dana yang melibatkan berbagai individu di Indonesia, Turki, dan Suriah.

Pada akhir 2017, Susanti membantu suaminya mengirimkan hampir USD 4.000 dan senjata kepada seorang pemimpin ISIS. Saat itu, Susanti mengalihkan sekitar USD 500 dari dana tersebut untuk para pendukung ISIS yang berada di jaringannya sendiri.

Pada awal 2021, Susanti telah memfasilitasi pengiriman uang dari Indonesia ke Suriah untuk memberikan dana kepada beberapa individu di berbagai kamp pengungsi.

Dalam beberapa kasus, dana ini digunakan untuk menyelundupkan anak-anak remaja keluar dari kamp, untuk selanjutnya mereka diterima pejuang ISIS dan kemungkinan menjadi rekrutmen anak-anak untuk ISIS.

Sedangkan Dandi Adhiguna dan Dini Ramadhani dianggap sebagai kaki tangan dari Susanti sebagai fasilitator keuangan. Dalam berbagai kesempatan, Adhiguna memberikan bantuan kepada Susanti, termasuk dalam hal keuangan dan operasional.

Adhiguna juga menyarankan Susanti untuk menggunakan rekening pribadinya. Pada akhir 2021, Adhiguna mengisi formulir pendaftaran untuk bergabung dengan ISIS dan mengirimkannya ke Susanti.

Sedangkan Dini Ramadhani, diketahui beberapa kali memberikan bantuan keuangan kepada Susanti.

Dandi Adhiguna dan Dini Ramadhani ditunjuk berdasarkan E.O. 13224, karena telah membantu, mensponsori, atau memberikan dukungan finansial, material, atau teknologi secara material untuk, atau barang atau jasa kepada atau untuk mendukung, Susanti.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan, dari kelima orang tersebut, ada yang masih di dalam penjara dan ada yang sudah selesai menjalani hukuman.

“BNPT sudah mengetahui tentang profil 5 WNI tersebut yang memang terlibat dalam jaringan FTF ISIS. Di antara mereka ada yang masih dalam penjara dan ada pula yang sudah keluar,” kata Direktur Pencegahan BNPT, Ahmad Nurwakhid, Selasa (10/5/2022). [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.