Berkas Paniai Dikembalikam ke Komnas HAM, Mahfud Belum Bicara Dengan Kejagung

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengaku belum berkomunikasi dengan Kejaksaan Agung terkait dikembalikannya berkas penyelidikan peristiwa Paniai ke Komisi Nasional (Komnas) HAM.

“Resminya, saya belum berbicara dengan Kejaksaan Agung karena situasinya belum memungkinkan,” kata Mahfud MD melalui video konferensi pers kepada media di Jakarta, Senin (23/3/2020).

Berita Lainnya

Namun, Mahfud memastikan bahwa langkah Kejagung sudah berjalan sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang tersedia. Karena itu, dia meminta masyarakat untuk memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada pihak Kejagung dalam menjalankan tugasnya.

“Saya kira Kejaksaan Agung biar melakukan itu dahulu. Nanti, pada saatnya tentu kami akan jelaskan kepada masyarakat tentang itu,” kata Mahfud MD.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung mengembalikan berkas penyelidikan kasus dugaan pelanggaran HAM berat dalam peristiwa di Paniai Papua kepada Komisi Nasional Hak Azasi Manusia RI (Komnas HAM), pada Kamis (19/3/2020).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono mengatakan berkas tersebut dikembalikan lantaran belum memenuhi syarat formil maupun materil.

“Karenanya berkas hasil penyelidikan tersebut dinyatakan belum cukup bukti memenuhi unsur pelanggaran HAM Berat,” tulis Hari dalam keterangan tertulis yang diterima Indopolitika, Jumat (20/3/2020).

Kekurangan yang cukup signifikan, kata Hari ada pada kelengkapan materiil karena belum terpenuhinya seluruh unsur pasal yang akan disangkaan yaitu pasal 9 Undang Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Azasi Manusia (Pengadilan HAM).

Diketahui, Komnas HAM menetapkan Peristiwa Paniai pada 7-8 Desember 2014 sebagai peristiwa pelanggaran HAM berat. Hal tersebut diputuskan dalam Sidang Paripurna Khusus Komnas HAM pada 3 Februari 2020, Berdasarkan hasil penyelidikan oleh Tim Ad Hoc, yang bekerja selama 5 tahun mulai dari tahun 2015 hingga 2020.

Dalam Peristiwa Paniai terjadi kekerasan terhadap penduduk sipil yang mengakibatkan empat orang yang berusia 17-18 tahun meninggal dunia akibat luka tembak dan luka tusuk. Kemudian, 21 orang lainnya mengalami luka penganiayaan. (rma)

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *