Politik

Berkicau di Twitter, Andi Arief Ancam Tuntut Mahfud MD

Indopolitika.com, JAKARTA – Politikus Partai Demokrat Andi Arief kembali berkicau di akun Twitter pribadinya @AndiArief_. Lagi-lagi ia bersitegang dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.

Ia meminta Mahfud tidak berspekulasi atas kasus yang menimpanya saat ini. Adapun Andi pada Minggu (3/3) lalu ditangkap Direktorat IV Bareskrim Polri karena kedapatan memakai narkoba jenis sabu.

Selain itu, Andi juga mengancam akan menuntut Mahfud. Bahkan mantan Wasekjen Partai Demokrat ini meminta agar gelar Mahfud sebagai profesor dicabut.

“Pak Prof @mohmahfudmd, anda jangan berspekulasi dan sok tahu soal kejadian yg sedang saya alami. Saya bisa tuntut anda dalam jalur hukum dan meminta lembaga yang memberi anda gelar profesor mencabut gelar itu karena sok tahu dan sok bener.” tulis Andi di akun Twitter-nya, Rabu (6/3).

Dalam cuitan kedua, Andi meminta agar Mahfud percayakan kasus ini kepada pihak Kepolisian. Pasalnya kasus yang menjerat Andi masih tahap awal dan masih berlanjut.

“Serahkan dan percayakan Polri yang sedang menangani yang saya alami. Saya ini belum diadili dan belum ada putusan hukum soal saya, bagaimana gelar Profesor bisa menyimpulkan secara sembarangan Pak Prof @mohmahfudmd,” tutur Andi.

Andi juga menyampaikan bahwa ia terpaksa mengunggah pernyataan melalui Twitter agar Mahfud berhenti berspekulasi.

“Ini tutur terkahir saya selama saya menjalani semua yang diproses Polri. Saya terpaksa men-twitt karena saya ingin Prof @mohmahfudmd berhenti berspekulasi dan membuat pengadilan sendiri,” tukas Andi.

Terkait cuitan Andi ini, Mahfud kemarin sempat mengomentari cuitan netizen yang me-mention cuitannya dulu. Yakni terkait dirinya yang menyebut isu tujuh kontainer surat suara di Pelabuhan Tanjung Priok adalah hoax.

“Trims atas reposting cuitan sy (10/1/19). Waktu itu AA nyerang sy trs krn isu 7 kontainer SS sy bilang hoax. Maka daripada ikut ngawur sy titip pesan kpd AA dgn miminjam adresat ‘Anak2 Milenial’ agar menjauhi narkoba sebab narkoba itu membunuh akal sehat dan membunuh masa depan,” kata Mahfud.

Sementara itu, hingga pukul 13.00 WIB, Andi Arief tak kunjung hadir di Gedung Direktorat IV Bareskrim Polri, Cawang, Jakarta. Padahal dia dijadwalkan akan menjalani tahap awal rehabilitasi di Badan Narkotika Nasional (BNN). (JP)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close