Bersama HIMPSI, KSP Matangkan Konsep Manajemen Talenta

  • Whatsapp

JAKARTA- Berkaca dari kisah Lalu Muhammad Zohri, pemuda asal Nusa Tenggara Barat yang menjadi juara dunia dalam ajang lari 100 meter, pemerintah mematangkan Konsep Manajemen Talenta (KMT) dengan memberi perhatian penuh pada potensi dan talenta muda berbakat.

Muat Lebih

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko didampingi Deputi II KSP Yanuar Nugroho menerima kedatangan Himpunan Mahasiswa Psikologi (HIMPSI) membahas Konsep Manajemen Talenta di Ruang Kepala Staf Presiden, Bina Graha, Jakarta, Rabu, 2 Agustus 2018.

Menurut Moeldoko, manajemen talenta penting untuk memperbaiki pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) seperti yang sudah diterapkan ke TNI dan POLRI. Tujuannya membentuk role model dalam talent, sehingga negara memiliki bank resource untuk mengetahui SDM yang kompeten di bidangnya. Mantan Panglima TNI ini mencontohkan nantinya akan ada pemetaan pemenang olimpiade, matematika, ataupun sains yang dibina secara terintegrasi oleh human resources. Hal ini berfungsi mengisi kekosongan posisi negara dan penempatan sesuai dengan bidang keahliannya,

“Kami mengundang HIMPSI untuk memikirkan hal ini, terutama setelah atlet Zohri mendapatkan perhatian pemerintah,” kata Moeldoko.

deputi-2-4

HIMPSI merupakan organisasi profesi Psikologi di Indonesia yang didirikan sejak 11 Juli 1959. Organisasi ini bergerak sebagai wadah professional psikologi mulai dari sarjana, master, doktor, dan psikolog. Hadir dalam pertemuan ini pakar psikologi dari penjuru daerah yakni Ketua Umum Pengurus Pusat HIMPSI Dr Seger Handoyo, Wakil Ketua II PP HIMPSI Prof Dr Yusti Prabowati, Wakil Ketua III PP HIMPSI Dr Andik Matulessy, Bendahara PP HIMPSI Dr Preysi Sherly Siby, Psikologi AD Ketua Asosiasi Psikologi Militer Kol CKU Dr Eri R Hidayat.

Seger Handoyo memaparkan beberapa rancangan konsep awal, bagian yang ditekankan bahwa konsep manajemen talenta harus dibangun secara integratif dan berorientasi.

“Menurut kami harus disesuaikan dengan kepentingan nasional, misalnya kemandirian bangsa. Kemandirian dalam bidang apa saja dan kualifikasi apa saja yang perlu dicapai dalam kemandirian, lalu talent apa yang perlu,” papar Seger.

Sistem Manajemen Talenta disebutkan Seger sudah banyak digunakan seperti pada proyek Pemerintah yakni proyek peswat terbang Mantan Presiden BJ. Habibie, pendidikan TNI POLRI, assessment SKK Migas, dan lain sebagainya.

Psikologi AD Ketua Asosiasi Psikologi Militer Kol CKU Dr Eri R Hidayat menambahkan dalam pembuatan rancangan konsep nantinya Pemerintah bisa mengadopsi proses assesment di Qatar yang menggunakan jasa Psikologi UI.

“Mereka merekrut yang terbaik, diberi soft skill dan tambahan technical skill,” jelas Eri.

deputi-2-2

Kepala Staf Presiden Moeldoko menegaskan pentingnya pematangan konsep untuk pengelolaan SDM yang lebih baik. Selain itu, pemerintah telah menyediakan kucuran dana riset hingga 25 triliun rupiah. Ia menugaskan Deputi II Yanuar Nugroho yang membidangi Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Ekologi dan Budaya Strategis untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut. Diskusi ditutup dengan pemberian buku karya HIMPSI berjudul “Berevolusi Mental” dan “Psikologi dan Teknologi Informasi”. Selain itu, Pihak HIMPSI berharap Kepala Staf Kepresidenan dapat menghadiri Kongres Nasional Psikolog Indonesia pada 6-7 September 2018 mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *