INDOPOLITIKA — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa seluruh guru berhak menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul masih ditemukannya sekolah yang belum menyalurkan bantuan tersebut kepada tenaga pendidik.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan pemberian MBG bagi guru telah diatur secara tegas dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Perluasan Penerima MBG. Ia menekankan bahwa kebijakan tersebut wajib dijalankan tanpa pengecualian.

“Semua guru harus mendapatkan MBG. Itu sudah jelas tertuang dalam Perpres. Tidak boleh ada sekolah yang belum memberikan. Semua tenaga pendidik, termasuk tenaga kebersihan dan tata usaha, juga harus menerima,” ujar Nanik saat menegur Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Selain menyoroti penyaluran MBG, Nanik juga mendorong setiap SPPG agar lebih inovatif dalam menyusun menu makanan. Ia menilai variasi menu, khususnya protein dari ikan, penting untuk menjaga kualitas gizi siswa sekaligus mengendalikan harga bahan pangan.

“Kalau bisa jangan telur terus. Bisa diganti ikan, misalnya lele. Proteinnya bagus dan bisa membantu menekan kenaikan harga,” katanya.

Nanik menegaskan akan kembali mengunjungi SMK Negeri 1 Jakarta pada pekan berikutnya untuk memastikan MBG telah diberikan kepada para guru. Ia menyebut program tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang harus dijalankan secara konsisten.

“Saya akan cek lagi minggu depan. Pastikan guru benar-benar sudah menerima MBG,” tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Nanik juga sempat berinteraksi dengan salah satu siswi kelas X Teknik Konstruksi Perumahan, Jihan, yang terlihat menangis haru setelah menerima MBG. Ia pun memberikan semangat agar siswa semakin giat belajar.

Sementara itu, Kepala SPPG Kemayoran II Jakarta Pusat, Adiwiyata Bima Saraswata, menyatakan pihaknya akan segera memperluas cakupan penyaluran MBG. Selain siswa, MBG akan diberikan kepada guru, tenaga tata usaha, serta tenaga kebersihan di sekolah.

BGN mencatat sepanjang 2025 telah membangun 19.188 SPPG di berbagai daerah di Indonesia. Program MBG telah menjangkau 55,1 juta penerima manfaat, termasuk siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menargetkan jumlah penerima manfaat meningkat menjadi 82,9 juta orang pada Februari 2026. (Nul)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com