Biadab! Guru Rebana di Batang Diduga Cabuli 21 Anak Laki-laki, Polisi: Pelaku Akui Korbannya Banyak

Ilustrasi. Sedikitnya 21 anak diduga disodomi guru rebana di Batang/net

INDOPOLITIKA.COM – Perbuatan guru rebana M (28) di Batang, Jawa Tengah ini benar-benar biadab dan sadis. Ia dalam beberapa tahun terakhir, melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Jumlahnya terbilang banyak. Namun untuk saat ini yang baru terungkap setidaknya 21 anak mengaku menjadi korban pencabulan pelaku. Sementara pihak kepolisian menyebut jika pelaku mengakui banyak korbanya.

Hanya saja untuk jumlah pastinya belum diketahui. Tindak kekerasan seksual oleh pelaku ini terjadi sejak 2019, dengan korbannya rata-rata usia 5 sampai 12 tahun yang dikenal baik oleh pelaku.

Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Yorisa Prabowo, mengatakan para korban yang melapor sejauh ini adalah laki-laki berusia 5-13 tahun.

Yorisa mengatakan jumlah korban “masih mungkin bertambah” dan Polres Batang masih membuka posko pengaduan bagi keluarga korban.

“Mengingat para korban di bawah umur, dan orang tua mungkin juga ada yang belum tahu kalau anaknya korban kalau nggak ditanya,” kata Yorisa, belum lama ini.

“Tersangka memang selama ini begitu kita amankan, kita periksa, dia mengakui. Tapi untuk jumlah korbannya tersangka mengakuinya banyak tapi jumlah detilnya kita belum tahu, dan rentang waktunya juga sudah lama kan,” kata Yorisa.

Sementara itu, Deputi Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Nahar mengatakan kasus kekerasan seksual ini harus diusut tuntas.

KemenPPPA mendorong Aparat Penegak Hukum untuk menerapkan sanksi pidana berat terhadap pelaku sesuai Undang-Undang (UU) yang berlaku.

“Kasus ini menjadi perhatian serius KemenPPPA dan kami telah memantau sejak adanya pelaporan ke Kepolisian Resor (Polres) Batang,” ucap Nahar, Rabu (11/1/2023).

Nahar menjelaskan, tindak kekerasan seksual di Batang ini terjadi sejak 2019, korbannya mencapai puluhan anak dengan usia rata-rata 5 sampai 12 tahun yang dikenal baik oleh pelaku.

“Hingga saat ini, sekitar 21 anak telah melapor ke Polres Batang,” katanya.

Nahar menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah dan Satuan Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (SPT PPA) Kabupaten Batang untuk memberikan pendampingan psikis terhadap korban guna memulihkan mereka dari trauma yang dialaminya.

Oleh karena itu, Nahar pun mendorong para korban untuk berani melapor agar dapat segera dilakukan proses pemulihan trauma.

“Orang tua atau siapapun yang mengetahui adanya korban dalam kasus ini juga dapat melapor ke posko pengaduan yang telah dibuka oleh Polres Batang,” tandasnya. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *