Hilangkan Budaya NPWP “Nomor Piro Wani Piro”, Pilkada Asimetris Pilihan Tepat

  • Whatsapp
Mantan Dirjen Otda Kemendagri Djohermansyah Djohan.

INDOPOLITIKA.COM – Pakar otonomi daerah (Otda) menilai publik harus melihat penyelenggaraan pilkada langsung secara komprehensif. Evaluasi penyelenggaraan pilkada langsung juga harusnya total, tidak boleh sepenggal- sepenggal. Banyaknya kelemahan dalam penyelenggaraan pilkada langsung itu membuat para ahli menilai pilkada asimetris merupakan pilihan tepat.

Mantan Dirjen Otda Kemendagri Djohermansyah Djohan, penyelenggaraan pilkada langsung di sebuah daerah harusnya mempertimbangkan banyak aspek. Misalnya latar belakang pendidikan rata-rata penduduk, latar belakang ekonomi, dan indeks keadaan parpol di suatu daerah.

Muat Lebih

“Kita nggak bisa lihat ini sepotong-sepotong. Nggak bisa sepenggal. Harus komprehensif. Kita sudah mengalami (Pilkada langsung). Itu harus dibenahi secara total. Sistem Pilkada dibenahi. Tidak diseragamkan tapi yang asimetris,” ujarnya kepada Indopolitika.com, Rabu (20/11/2019).

Bahkan, kata dia, pemerintah perlu membuat pemetaan indeks Pilkada berdasarkan evaluasi penyelenggaraan Pilkada yang pernah ada. Tentu, kata dia, penyelenggaraan Pilkada di kota besar dengan di daerah pelosok akan berbeda. Karena itu harusnya penyelenggaraan Pilkada juga tak bisa diseragamkan.

“Kalau tingkat pendapatan sudah baik, tinggi dia tidak rentan dibeli suaranya. Tapi kalau rata-rata sampai kelas dua SMP kayak di kita ini, lah bisa dihargai. Yang penting seratus dua ratus plus sembako. Makanya ada serangan fajar. Ada NPWP. Nomor piro wani Piro,” ungkapnya.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *