INDOPOLITIKA.COM – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan biaya operasional untuk melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) tembus hingga Rp200 juta per hari.

“Dengan satu unit pesawat per hari itu sekitar Rp150-200 juta per hari. Dengan menggunakan satu unit pesawat cassa, model terbangnya dua kali,” ungkap Koordinator Laboratorium Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) BRIN Budi Harsoyo dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (3/1).

Rincian dari biaya itu digunakan untuk membeli bahan bakar pesawat alias avtur, bahan semai awan atau garam, dan biaya operasional personel.

Kendati demikian ia tak bisa memastikan berapa harga yang digelontorkan dalam setiap kegiatan TMC. Total biaya pengeluaran baru akan dihitung setelah TMC selesai.

“Intinya nanti setelah selesai kegiatan, kami rekap dan datanya kami berikan kepada BNPB. Kita masih belum bisa kalkulasi untuk saat ini ya,” tuturnya.

Terlebih, kata dia, jarak semai awan dengan posko penerbangan menjadi salah satu faktor membengkaknya biaya. Sebab, semakin jauh jarak semai awan, semakin tinggi pula bahan bakar yang dibutuhkan.

“Intinya sekitar 60 persen biaya operasional ini untuk pesawat, terutama untuk bahan bakar aftur. Kalau dia menggunakan pesawat yang lebih besar seperti CN 295 atau Hercules itu konsumsi bahan bakarnya akan semakin banyak,” kata dia.(red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com