Bikin Jalur Sepeda, Pemprov DKI Anggarkan Rp 69 Miliar

  • Whatsapp
Jalur sepeda

INDOPOLITIKA.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, bakal membangun jalur sepeda di 2020. Tak tanggung-tanggung, anggaran yang diusulkan dalam Kebijakan Umum APBD dan Plafon Prioritas APBD Sementara (KUAPPAS) 2020 sebesar Rp 69 miliar.

Usulan anggaran ini berdasarkan evaluasi Institute for Transportation and Development Policy (ITDP). Jumlah pengguna sepeda meningkat hingga 580 persen sejak uji coba jalur sepeda fase 1 pada Jumat (20/9/2019) lalu.

Baca Juga:

“Bila dihitung angka, dari 8 pesepeda meningkat menjadi 47 orang pesepeda melintas tiap jamnya,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo Syafrin di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (28/10/2019).

Nantinya, anggaran tersebut diusulkan di bawah payung nomenklatur ‘Pengembangan Rekayasa Lalu Lintas Jalur Busway’ senilai Rp 73,4 miliar. Sisa anggaran Rp 4,4 miliar lainnya akan dipakai untuk pengembangan rekayasa lalu lintas jalur sepeda.

Rencananya jalur sepeda akan dibangun sepanjang 49 km dengan meneruskan rute yang telah ada.

“Prioritasnya adalah jalur yang menyambungkan dari permukiman warga ke angkutan massal. Misalnya orang-orang dari sekitar MRT Lebak Bulus itu nanti akan naik sepeda dan memarkirkannya sepedanya di dekat Stasiun MRT dan melanjutkan mobilitasnya menggunakan MRT,” kata Syafrin.

Sementara itu, Anggota Komisi B dari Fraksi Partai Demokrat Nur Afni Sajim mengkritisi anggaran ini. Dia ingin pembangunan jalur sepeda memiliki landasan hukum.

“Kalau mau buat pergub ya pergub (peraturan gubernur) saja, kalau perda (peraturan daerah) ya perda,” ungkap Nur di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Sedangkan, Anggota Komisi B dari Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak justru menuntut Dishub DKI memprioritaskan pembangunan angkutan massal, misalnya MRT, LRT, dan angkutan Jak Lingko. Pasalnya, jalur sepeda dinilai tak aman.

“Belum bisa dijamin (keselamatan) karena jalurnya masih demikian. Orang mana mau bersepeda. Lalu logikanya, LRT dan MRT mengangkut lebih banyak orang dibandingkan dengan sepeda,” tutur dia.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *