Bisnis Mata-Mata Facebook dan Google Dituding Mengancam HAM

  • Whatsapp

Laporan itu juga meminta pemerintah agar menerapkan kebijakan yang memungkinkan privasi masyarakat terlindungi, dan di saat yang sama juga memastikan akses layanan online untuk masyarakat dapat terpenuhi.

“Pemerintah memiliki kewajiban untuk melindungi masyarakat dari pelanggaran HAM oleh perusahaan-perusahaan,” kata organisasi itu.

Bacaan Lainnya

“Tetapi selama dua dekade terakhir, sebagian besar perusahaan teknologi dibiarkan membuat peraturan sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, pihak Facebook menyatakan penolakannya terhadap kesimpulan laporan itu. Direktur Kebijakan Publik perusahaan, Steve Satterfield, menolak dikatakan bahwa Facebook menggunakan model bisnis ‘berbasis pengawasan’. Ia menekankan bahwa pengguna mendaftar secara sukarela untuk layanan mereka.

Merespon Amnesty International, Facebook melalui 5 halaman surat pernyataannya mengatakan bahwa “pilihan seseorang untuk menggunakan layanan Facebook, dan cara mengumpulkan, menerima, atau menggunakan data, semuanya secara jelas diungkapkan dan diakui oleh pengguna. Hal itu tidak dapat disamakan dengan pengawasan pemerintah yang dilakukan tanpa persetujuan (yang kerap melanggar hukum),” seperti dijelaskan dalam hukum HAM Internasional.

Google juga turut membantah temuan Amnesty, tetapi tidak memberikan tanggapan resmi atas laporan itu. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *