In Memorial

BJ Habibie dan Definisi ‘Cinta Sejati’ untuk Ainun  

  • Whatsapp
Presden RI ke 3, BJ Habibie

INDOPOLITIKA.com- Presiden ke-3 RI, Almarhum Bacharuddin Jusuf Habibie bukan hanya dikenal sebagai seorang tekhnokrat atau ahli sains dan teknologi. Namun, almarhum juga dikenal sebagai sosok romantis.

Kesetiannya kepada sang istri, Ainun, seolah menjadi gambaran kepada kita bahwa cinta sejati adalah cinta yang membawa hingga akhir maut memisahkan.

Baca Juga:

Beberapa kutipan romantis BJ Habibie kepada Ainun berikut ini kiranya dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk mencintai orang terdekat kita.

“Cinta sejati itu memandang kelemahan lalu dijadikan kelebihan untuk saling mencintai”

B.J Habibie memaknai cinta adalah sesuatu yang dapat ditingkatkan seiring waktu walaupun awalnya masih banyak memiliki kekurangan.

“Antara saya dan Ainun, adalah dua raga tetapi dalam satu jiwa”

Rasa cinta yang teramat dalam diungkapkan oleh B.J Habibie. Kalimat tersebut menyiratkan bahwa walaupun mereka adalah dua individu yang berbeda tetapi hati mereka telah bersatu hingga akhir.

“Walaupun raga telah terpisahkan oleh kematian, namun cinta sejati tetap tersimpan abadi di relung hati”

Kita dapat melihat betapa sedihnya B.J Habibie ketika sang istri tercinta Ainun pergi untuk selamanya. Sang belahan hati yang hampir menemani dirinya hampir setengah abad pergi dan tentunya itu bukanlah hal yang mudah. Namun seperti kalimat di atas, walaupun raga telah terpisah cinta beliau terhadap sang istri masih tetap abadi.

“Cinta tidak berupa tatapan satu sama lain, tetapi memandang keluar bersama ke arah yang sama”

Mempunyai visi dan misi yang sama adalah hal yang penting dalam kehidupan B.J Habibie dan Ainun. Makna kalimat itu adalah, cinta tidak sekadar cinta tetapi juga perlu perencanaan yang matang bagaimana masa depan sebuah cinta berlanjut. Mungkin ini adalah salah satu kunci kelanggengan rumah tangga B.J Habibie dan Ainun.

“Kesetiaan berarti ketulusan untuk menyimpan satu hati di dalam hati, dan berjanji untuk tidak akan mengkhianati”

B.J Habibie memberikan gambaran bahwa sebuah cinta yang langgeng kuncinya adalah kesetiaan. Bukti nyata dari perkataan dirinya, hingga akhir hayatnya ia masih tetap setia mencintai sang istri Ainun. Cintanya hanya satu yaitu sang istri Ainun.

“Nafsu hanya akan memberikan kebahagiaan sesaat. Tetapi cinta yang tulus dan sejati akan memberikan kebahagiaan selamanya”

Makna kalimat di atas adalah cinta yang hanya dilandasi nafsu belaka, hanya akan memberikan kebahagiaan yang singkat tanpa ada apapun didalamnya. Namu cinta yang sebenarnya adalah sebuah cinta yang tulus dari hati tanpa memandang apa pun, itulah cinta yang sebenarnya dan akan memberikan kebahagiaan selamanya.

B.J Habibie meninggal dunia pada 11 September 2019 di usia 83 tahun. Tak sedikit dari kita yang patah hati atas kepergiannya. Sekarang, BJ Habibie telah bertemu dengan cinta sejatinya di surga.

Selamat jalan, Sang Maestro![asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *