In Memorial

Habibie Dimata Media Internasional, : Bapak Reformasi Akan Dikenang Masyarakatnya

  • Whatsapp
Presden RI ke 3, BJ Habibie

INDOPOLITIKA.com- Kabar BJ Habibie meninggal tak hanya menorehkan duka bagi Tanah Air, tapi juga negara lain. Sejumlah media asing turut memberitakan kepergian sosok yang dijuluki ‘Bapak Dirgantara’ ini.

Dari Asia, media online ternama Singapura, The Straits Times mengabarkan kepergian mendian presiden Indonesia ke-3 itu dengan tulisan bertajuk “Former Indonesian president Habibie, who described Singapore as a ‘little red dot’, dies aged 83”.

Baca Juga:

“Mantan Presiden Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie, yang mengizinkan reformasi demokratis dan referendum kemerdekaan untuk Timor Timur meninggal. Dia berumur 83 tahun,” demikian tulis media itu seperti dikutip di laman, Kamis (12/9).

Sementara dari Negeri Singa, Channel News Asia, mengangkat artikel berjudul, “Former Indonesian president Habibie dies, aged 83”. Di dalamnya disebutkan bahwa putra mendiang, Thareeq Habibie yang mengabarkan kematiannya akibat gagal jantung.

Dari Negeri Jiran, portal berita online MalayMail, memuatnya dengan tulisan “Indonesia’s Habibie, president during transition to democracy, dies”.

Tak jauh berbeda, situs berita online BangkokPost mengulasnya dalam artikel “Former Indonesian president Habibie dies”.

Sedangkan Negeri Panda, China mengabarkan BJ Habibie meninggal dunia melalui tulisan “Former Indonesian president B.J. Habibie dies at 83”.

Australia, Eropa hingga Amerika

Melalui tulisan berjudul “Former Indonesian president B.J. Habibie dies at 83”, laman berita online dari Australia, smh.com.au, memberitakan meninggalnya presiden Indonesia ketiga yang hanya menjabat selama 16 bulan.

“Meskipun menjabat sebagai presiden hanya selama 16 bulan, Habibie akan dikenang oleh orang Indonesia terutama karena mendorong reformasi demokrasi dan ekonomi (selama Krisis Keuangan Asia) dan berkembangnya pers yang bebas setelah bertahun-tahun pemerintahan otokratis di Indonesia,” tulis media itu.

“Dia juga akan dikenang di Australia dan di seluruh dunia karena mengizinkan Timor Lorosa’e mengadakan referendum kemerdekaan pada 30 Agustus 1999…”.

Dari Inggris, Reuters memuatnya dengan tulisan panjang yang diberi judul “Indonesia’s Habibie, president during transition to democracy, dies”.

Lalu dari Amerika, portal berita online Bloomberg, mengangkatnya dengan “Habibie, Indonesia President During Asian Financial Crisis, Dies”. Tak jauh berbeda dengan ulasan situs The Washington Post yang dibubuhkan tajuk “Former Indonesian President Habibie dies at age 83”.

Sedangkan agensi berita dari Negeri Paman Sam, Associated Press (AP), mengangkatnya melalui artikel “Family says former Indonesian President B.J. Habibie, who introduced political reforms, has died at age 83”.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *