BJ Habibie Lebih Layak Disebut Bapak Reformasi Dibanding Amien Rais

  • Whatsapp
BJ Habibie

INDOPOLITIKA.com – Presiden ke-3 RI, BJ Habibie yang meninggal dunia pada 83 tahun membuat Indonesia kehilangan sosok putra terbaik bangsa. Hampir seluruh masyarakat Indonesia kagum dan bercita-cita seperti BJ Habibie.

Saking kagumnya terhadap pria yang suka akan dunia penerbangan itu, masyarakat meminta kepada pemerintah agar diberikan gelar kepada tokoh nasional yang sempat menjabat Menteri Negara Ristek dan Teknologi tersebut.

Berita Lainnya

Menanggapi hal itu, peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus memandang BJ Habibie lebih pantas menyandang ‘Bapak Reformasi’ daripada tokoh lain seperti Amien Rais.

Sebagai presiden pertama pasca-reformasi, Lucius menegaskan BJ Habibie memiliki kontribusi besar dengan mendirikan fondasi utama demokrasi baru Indonesia, demokrasi yang bermakna lebih hakiki.

“Banyak jasanya untuk membawa Indonesia menuju negara demokrasi seperti membuka keran kebebasan pers, membuka pintu munculnya banyak partai politik, menyiapkan regulasi pemilu demokratis pertama pascaorba,” ujar Lucius saat dihubungi wartawan, Kamis (12/9/2019).

Yang disayangkan, kata Lucius, BJ Habibie tidak terlalu lama menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Dia tak mampu melawan kekuatan politik yang tak menyukai caranya memimpin. Mungkin inilah yang menjelaskan kenapa demokrasi kita hingga saat ini tak memperlihatkan perkembangan yang memuaskan,” tutur Lucius.

Tak hanya itu, Lucius tak menampik sebagai mantan RI-1, BJ Habibie juga tidak maruk akan kekuasaan.

“Dia tak memanfaatkan kekuasaannya agar bisa memperpanjang jabatannya sebagai presiden, tetapi dengan rela memberikan proses regenerasi pada sistem yang dibangunnya. BJ Habibie adalah pribadi yang rendah hati, sikap ini yang tidak banyak dimiliki figur pemimpin dalam negeri saat ini,” ujar Lucius.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *