BK DPR Tegaskan Pentingnya Kelengkapan Administrasi untuk Asuransi Nelayan

  • Whatsapp

Indopolitika.com – Peneliti utama Pusat Penelitian Badan Keahlian (BK) DPR, Mandala Harefa mengatakan, adanya peralihan dari Kartu Nelayan ke Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) membutuhkan waktu untuk kembali mendata penerima asuransi. Ia juga menekankan pentingnya kelengkapan persyaratan administrasi untuk mendapatkan tambahan kuota asuransi nelayan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

“Yang penting, persyaratan satu orang nelayan harus lengkap. Dalam hal ini perlu diikuti oleh nelayan-nelayan yang ada di daerah,” katanya, saat menerima kunjungan konsultasi DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terkait kurangnya kuota asuransi nelayan, di Gedung Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (10/5/2019).

Baca Juga:

Dalam kunjungan tersebut, DPRD HSS mengeluhkan jatah asuransi kuota asuransi nelayan yang diberikan tidak sebanding dengan jumlah nelayan yang aktif. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hanya memberikan kuota 300 asuransi, sementara mata pencaharian mayoritas penduduk HSS merupakan nelayan.

Di sisi lain, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten HSS, Sapriansyah menyampaikan, masalah lain yang dialami nelayan, yaitu adanya persaingan dalam penangkapan ikan yang sudah masuk ke dalam ranah kriminal.

“Banyak penangkapan ikan ilegal menggunakan alat setrum yang terjadi diantara 2 kabupaten tetangga, yaitu Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Hulu Sungai Utara, yang mana hal ini menjadi ancaman bagi nelayan HSS,” ujar Sapriansyah.

Pada kunjungan ini, Sapriansyah berharap agar DPR dapat menyampaikan aspirasi nelayan HSS kepada KKP untuk memperbanyak kuota asuransi dan mempermudah perizinan untuk mendapatkan asuransi tersebut. Asuransi tersebut dinilai sangat penting oleh nelayan HSS untuk melindungi dirinya dari dampak cuaca buruk maupun konflik antar nelayan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *