INDOPOLITIKA – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengingatkan adanya potensi ancaman serius dari zona megathrust yang mengelilingi wilayah Indonesia.
“Negara kita berada di pertemuan tiga lempeng tektonik aktif dunia dengan terdapat 13 segmen megathrust, sebagian di antaranya belum melepaskan energi tektonik. Hal ini menandakan potensi terjadinya gempa besar masih terbuka kapan saja,” ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam Rapat Tim Pengawas Bencana DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin, sebagaimana dikutip dari laman resmi BMKG.
Faisal menjelaskan, terdapat tiga zona megathrust yang belum mengalami gempa besar selama ratusan tahun, yakni Megathrust Mentawai–Siberut, Megathrust Selat Sunda–Banten, dan Megathrust Sumba.
Ketiga zona tersebut saat ini diperkirakan sedang mengalami akumulasi energi tektonik, yang sewaktu-waktu dapat terlepas dan menimbulkan gempa besar tanpa dapat diprediksi secara pasti.
“Diduga kuat tengah terjadi proses penumpukan energi tektonik yang berpotensi memicu gempa besar kapan saja tanpa tanda-tanda awal yang jelas,” tambahnya.
Sebagai informasi, zona megathrust merupakan wilayah pertemuan antar-lempeng tektonik di zona subduksi, yaitu area di mana satu lempeng bumi bergerak menyusup ke bawah lempeng lainnya umumnya berada di dasar laut.(Hny)

Tinggalkan Balasan