BMKG Sebut Dua Ibukota Baru Aman dari Ancaman Gempa

  • Whatsapp
Desain Ibukota baru

INDOPOLITIKA – Indonesia akan punya ibu kota baru. Adalah Kalimantan Timur atau Kaltim yang dipilih menjadi ibu kota baru Indonesia. Pemerintah sudah menyiapkan lahan seluas 180 ribu hektare untuk pemindahan ibu kota di Kalimantan Timur, tepatnya di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), melalui akun Twitter resmi mereka, menyebut dua lokasi itu aman dari ancaman gempa megathrust. Sebab, menurut mereka, lokasi Pulau Kalimantan yang cukup jauh dari zona tumbukan lempeng atau megathrust.

Baca Juga:

BMKG berkata, di Kalimantan memang ada tiga utama, yaitu Sesar Maratua, Sesar Mangkalihat, dan Sesar Paternoster. Namun, menurut BMKG, sesar-sesar tersebut cenderung sudah tua dan/atau minim aktivitas. Sesar Paternoster misalnya adalah sesar yang usianya lebih dari 30 juta tahun dan itu membuatnya minim aktivitas.

Selain itu, BMKG mencatat bahwa secara umum wilayah Kalimantan memiliki tingkat kerawanan gempa yang lebih aman. Kalimantan dianggap lebih aman dari gempa jika dibandingkan dengan wilayah Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Papua yang memiliki catatan sejarah gempa yang merusak serta memakan korban jiwa.

“Ini berdasarkan sejumlah fakta. Di antaranya, pertama wilayah Pulau Kalimantan memiliki jumlah struktur sesar aktif yang jauh lebih sedikit daripada pulau-pulau lain di Indonesia,” tulis BMKG.

Mereka menambahkan, ada beberapa struktur sesar di Kalimantan yang sudah sangat tua. Hal ini membuat banyak segmentasi atau bagiannya yang tidak aktif memicu gempa.

“Dari kajian tektonik, lokasi yang Presiden sebutkan (Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara) merupakan lokasi yang paling stabil,” ujar Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, seperti diberitakan Antara, Senin (26/8).

“Bahkan, kalau kita melihat peta sumber dan bahaya gempa Indonesia yang diterbitkan PUPR tahun 2017, yang disusun BMKG dan berbagai lembaga, terlihat bahwa lokasi yang disebut bapak presiden itu ada di lokasi yang warnanya biru,” lanjut dia.

Dwikorita menambahkan, Sesar Paternoster sudah “tidak aktif”. Sementara Sesar Maratua dan Sesar Mangkalihat masih aktif dengan potensi gempa bermagnitudo kurang dari enam.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *