INDOPOLITIKA.COM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait kondisi cuaca di wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada Rabu (28/12) pukul 17.30 WIB.

Prakirawan BMKG pusat menyebut masih terdapat potensi hujan lebat di Jabodetabek. Kondisi itu diperkirakan masih dapat berlangsung hingga nanti pukul 20.30 WIB.

“Peringatan dini cuaca Jabodetabek tanggal 28 Desember 2022 pukul 17:00 WIB masih berpotensi terjadi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada pukul 17:30 WIB,” tulis BMKG melalui situs resminya.

Rinciannya untuk Kabupaten Kepulauan Seribu potensi tersebut dapat terjadi di Kepulauan Seribu Selatan. Sedangkan Kabupaten Bogor berpotensi terjadi di Cibinong, Gunung Putri, Parung, Kemang, Bojong Gede, Leuwiliang, Ciampea, Cibungbulang, dan Pamijahan.

Kemudian Rumpin, Jasinga, Parung Panjang, Nanggung, Cigudeg, Tenjo, Ciomas, Dramaga, Tamansari, Ciseeng, Ranca Bungur, Sukajaya, Tajurhalang, Leuwisadeng, Tenjolaya. Sementara Kota Bogor diprediksi terjadi di Bogor Barat dan Tanah Sareal.

Lalu di Kota Depok yang meliputi Pancoran Mas, Sawangan, Sukmajaya, Beji, Cipayung, Cilodong, Tapos, Bojongsari. Kota Tangerang tercatat di Jatiuwung, Neglasari, dan sekitarnya.

Serta Kabupaten Tangerang di Balaraja, Jayanti, Tigaraksa, Jambe, Cisoka, Kresek, Kronjo, Mauk, Kemiri, Sukadiri, Rajeg, Pasar Kemis, Teluknaga, Kosambi, Pakuhaji, Sepatan, Curug, Cikupa, Sukamulya, Sindang Jaya, Sepatan Timur, Solear, Gunung Kaler, dan Mekar Baru.

Namun BMKG juga mengingatkan peringatan dini hujan dengan angin kencang itu juga bisa meluas ke beberapa wilayah, seperti di Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.

Kota Jakarta Pusat: Gambir, Sawah Besar, Kemayoran, Senen, Cempaka Putih, Menteng, Tanah Abang, Johar Baru.

Kota Jakarta Utara: Penjaringan, Tanjung Priok, Koja, Cilincing, Pademangan, dan Kelapa Gading.

Kota Jakarta Barat: Cengkareng, Grogol Petamburan, Taman Sari, Tambora, Kebon Jeruk, Kalideres, Pal Merah, Kembangan.

Kota Jakarta Selatan: Tebet, Setiabudi, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, Kebayoran Lama, Cilandak, Kebayoran Baru, Pancoran, Jagakarsa, Pesanggrahan,

Kota Jakarta Timur: Matraman, Pulogadung, Jatinegara, Kramatjati, Pasar Rebo, Cakung, Duren Sawit, Makasar, Ciracas, Cipayung,

Kabupaten Bogor: Citeureup, Sukaraja, Babakan Madang, Jonggol, Cileungsi, Cariu, Sukamakmur, Gunung Sindur, Ciawi, Cisarua, Megamendung, Caringin, Cijeruk, Klapanunggal, Tanjungsari, Cigombong,

Kabupaten Bekasi: Tarumajaya, Babelan, Setu, Serang Baru, Cibarusah,

Kota Bogor: Bogor Selatan, Bogor Timur, Bogor Tengah, Bogor Utara,

Kota Bekasi: Bekasi Barat, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Rawalumbu, Medan Satria, Bantar Gebang, Pondok Gede, Jatiasih, Jatisampurna, Mustika Jaya, Pondok Melati,

Kota Depok: Cimanggis, Limo, Cinere,

Kabupaten Tangerang: Panongan, Legok, Pagedangan, Cisauk, Kelapa Dua,

Kota Tangerang: Tangerang, Batuceper, Benda, Cipondoh, Ciledug, Karawaci, Periuk, Cibodas, Pinang, Karang Tengah, Larangan,

Kota Tangerang Selatan: Serpong, Serpong Utara, Pondok Aren, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Setu, dan sekitarnya.

Peneliti Klimatologi pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Erma Yulihastin sebelumnya menyebut wilayah aglomerasi Jabodetabek berpotensi dilanda banjir besar. Hal itu diprediksi terjadi akibat hujan ekstrem di wilayah tersebut.

“Potensi banjir besar Jabodetabek,” kicau Erma Yulihastin lewat akun Twitternya, Senin (26/12).

“Siapapun Anda yang tinggal di Jabodetabek dan khususnya Tangerang atau Banten, mohon bersiap dengan hujan ekstrem dan badai dahsyat pada 28 Desember 2022,” lanjutnya.

Menurut Erma, akan ada badai dahsyat dari laut yang berpindah ke darat melalui dua jalur. Jalur pertama adalah dari barat lewat angin barat yang membawa hujan badai dari laut (westerly burst), dan dari utara lewat angin permukaan yang kuat (northerly, CENS).

Merespons prediksi BRIN, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI Angkatan Udara bersama BRIN telah melakukan Teknologi modifikasi cuaca (TMC) guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, hujan deras dan badai yang diprediksi akan terjadi pada hari ini.(red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com