BMKG Ungkap Penyebab Bencana di NTT Akibat Siklon Tropis di Samudera Hindia

  • Whatsapp
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati

INDOPOLITIKA.COM – Bencana hidrometeorologi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), diyakini akibat terjadinya anomali cuaca perubahan iklim global yang saat ini tengah terjadi.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menjelaskan, perubahan dari bibit siklon menjadi siklon diakibatkan sejumlah faktor.

Berita Lainnya

Dikatakan salah satu faktor terjadinya siklon tropis Seroja adalah suhu muka laut di perairan yang semakin panas di wilayah Samudera Hindia hingga 29 derajat celsius atau jauh lebih tinggi dari suhu rata-rata, yakni 26,5 derajat celsius.

Kemudian suhu udara di lapisan atmosfer menengah juga meningkat pada tekanan 500 milibar atau lebih dari 7 derajat celsius.

“Kedua hal meningkatkan kelembapan udara dan mengakibatkan tekanan udara pada zona yang suhunya semakin hangat tersebut tekanannya menjadi rendah dibanding sekitarnya. Jadi perubahan iklim global itu memang nyata ditandai semakin meningkatnya suhu baik di udara maupun di muka air laut,” kata Dwikorita dalam konferensi pers bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang digelar secara virtual pada Senin (5/4/2021).

Anomali cuaca ini sudah dibaca oleh BMKG sejak 2 April 2021 saat melihat bibit siklon yang akhirnya berubah menjadi badai siklon tropis di sekitar perairan NTT.

“Akibat global warming terjadilah aliran angin yang sifatnya siklonik, maka terjadi aliran angin yang sifatnya juga siklonik dan ini sangat jarang terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia tapi 5-10 tahun ini terjadi karena dampak perubahan iklim global,” tambah dia.

BMKG telah menerbitkan peringatan dini terkait bahaya gelombang tinggi 4 – 6 meter akibat siklon tropis Seroja yang berlaku dari 5-6 April 2021, diprediksi siklon akan bergerak terus menjauh dari Indonesia dan melemah pada tanggal 7 April 2021.

“Tanggal 5 semakin bergerak ke barat daya itu kita namakan siklon seroja dan diprediksi tanggal 6 semakin lemah karena menjauh walau mengalami peningkatan dan perlu diwaspadai saat ini angin dan tanggal 7 makin melemah dan akan punah dan akan memasuki wilayah Australia,” tutupnya.

Diketahui, badai siklon tropis Seroja telah menerjang 10 kabupaten dan 1 kota di NTT, antara lain; Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka Tengah, Lembata, Ngada, Alor, Sumba Timur, Rote Ndao, Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan, dan Ende. [rif]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *