Internasional

BNP2TKI dan KBRI Singapura Tindaklanjuti Perdagangan PMI di Singapura

Deputi Perlindungan BNP2TKI, Anjar Prihantoro (sedang berbicara) saat diskusi bersama Ketua Komisi IX DPR-RI dan Aktivis Migrant Care di Ruangan Media Center. (Foto: Dok. BNP2TKI)

Jakarta: Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) telah berkoordinasi dengan KBRI Singapura untuk menindaklanjuti kasus perdagangan pekerja migran Indonesia (PMI) di situs jual beli online Carousell oleh akun pengguna @maid.recruitment. 

“Kepala BNP2TKI sudah berpesan agar perwakilan memverifikasi benar datanya dan melakukan upaya penuntutan hukum dengan melibatkan otoritas setempat.” ujar Deputi Perlindungan BNP2TKI Anjar Prihantoro dalam keterangan tertulis, Senin, 24 September 2018.

Pemerintah Singapura diingatkan untuk memperlakukan para PMI dengan baik, sama seperti pemerintah Indonesia memperlakukan baik para pekerja asal Singapura. Dasar ini sudah tertuang jelas dalam kesepakatan Asean Consensus on The Protection and Promotion of The Rights of Migrant Workers.
 
“Negara-negara ASEAN telah menandatangani Asean Consensus on The Protection and Promotion of The Rights of Migrant Workers pada Januari 2007 lalu, yang ditandatangani oleh para pemimpin negara ASEAN. Dari konsensus ini terlihat jelas bahwa semua negara saling menghargai, juga terhadap masing-masing pekerja migrannya. Ini artinya bahwa hubungan pertemanan dengan negara-negara ASEAN perlu digairahkan kembali supaya sama-sama saling menghormati antar negara.” kata Anjar.

Ketua Komisi IX DPR RI, Yusuf Macan Efendi mengatakan bahwa tidak layak dan tidak bermoral situs jual beli online mempertontonkan penjualan manusia, dan ini dilakukan oleh sebuah perusahaan situs jual beli online luar negeri, dimana tidak melalui prosedural formal.

“Pemerintah sudah melakukan teguran kepada pemerintah Singapura pastinya, dan ini juga menjadi catatan bahwa di negara-negara maju seperti Singapura saja masih ada kejadian konsep diskriminasi manusia seperti ini," kata Dede Yusuf, sapaannya.

Dede meminta pemerintah Singapura untuk kedaulatan bangsa Indonesia. "Kita bisa bayangkan andaikata di media jual beli online di Indonesia memajang para pekerja Singapura seperti itu. Kita minta tuntut perusahaan dan akun yang memasang iklan pada media online tersebut. Ada Undang-undang sejenis dengan undang-undang ITE di sana pastinya," ucap Dede.

Kasus ini bermula dari iklan yang diunggah pengguna Carousell @maid.recruitment pada 14 September. Deretan wajah pembantu rumah tangga (PRT) diperlihatkan. Diduga kuat beberapa dari PRT tersebut berasal dari Indonesia.

Carousell mengaku telah membekukan akun @maid.recruitment dan menghapus iklan deretan PRT tersebut.

Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MOM) menyatakan bahwa agensi SRC Recruitment LLP adalah dalang di balik iklan penjualan di situs daring Carousell yang memasang deretan foto pembantu rumah tangga asal Indonesia.

MOM menilai agensi ini telah melanggar peraturan ketenagakerjaan Employment Agencies Act (EAA).

"Agensi terkait telah diberi pemberitahuan pembekuan izin dan tidak dapat lagi merekrut pekerja domestik asing," ucap MOM, dalam rilis yang diterima Medcom.id, beberapa waktu lalu.

"MOM berkomitmen melindungi semua pekerja domestik asing di Singapura. Kami mengecam keras iklan dari agensi yang dilakukan secara tidak pantas," ucap Kevin Teoh, Komisioner Agensi Tenaga Kerja Malaysia.

"Mengiklankan pekerja domestik asing di internet seperti menjajakan barang sangat tidak pantas dan tidak dapat dimaafkan," kata dia menambahkan.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close