INDOPOLITIKAKepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan secara langsung kondisi terkini terkait bencana alam banjir dan longsor di wilayah Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar) dan Aceh per Minggu 7 Desember 2025.

Dalam laporannya, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan korban meninggal mencapai 921 orang, sementara 392 orang masih hilang.

“Kami laporkan untuk korban jiwa per hari ini 921 orang. Hilang 392 orang,” ucap Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat terbatas (ratas) di Aceh Besar, Minggu (7/12).

Sementara itu, jumlah pengungsi dilaporkan mencapai 975.079 orang.

Suharyanto mengimbau bahwa data di atas bersifat dinamis.

“Tentu saja data ini belum akurat. Masih terus kami lengkapi,” tegasnya.

Selain itu, data yang diunggah di website resmi BNPB menunjukkan korban luka sebanyak 5 ribu orang. Sedangkan rumah rusak mencapai 147,3 ribu unit.

Wilayah dengan korban jiwa meninggal terbanyak yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Untuk kategori kabupaten/kota, korban meninggal terbanyak berasal dari Agam, Aceh Tamiang, dan Bener Meriah.

Layanan Listrik Sudah Pulih

Pada kesempatan ini, Suharyanto memastikan layanan listrik dan komunikasi di Sumatera Barat yang terdampak bencana sudah pulih sepenuhnya.

Namun, sejumlah wilayah masih terisolasi sehingga penanganan darurat dan distribusi logistik terus dilakukan.

“Untuk komunikasi di Sumatera Barat, sudah pulih 100%. Kemudian listrik ini juga sudah pulih 100%,” ujarnya.

Meski begitu, pemulihan air bersih belum tuntas.

“Untuk air, secara perlahan masih ada 21 kecamatan dan 7 kabupaten/kota yang masih dipulihkan,” kata Suharyanto.

Ia menambahkan, dukungan peralatan dan moda transportasi udara masih sangat dibutuhkan.

“Kemudian untuk alutsista membantu dropping logistik di Sumatera Barat juga cukup dan memadai,” katanya.

Kebutuhan Anggaran Rp 13,52 Triliun

BNPB juga mencatat kebutuhan anggaran pemulihan pascabencana di Sumatera Barat cukup besar.

“Kami laporkan, untuk Sumatera Barat hasil penghitungan dari Kemen PU, untuk memulihkan ke kondisi sebelum terjadi bencana atau menjadi lebih baik, membutuhkan anggaran Rp 13,52 triliun,” ujar Suharyanto.

Dalam laporannya, Suharyanto menyebut kondisi Sumatera Barat secara umum sudah lebih baik. Namun, masih ada daerah yang perlu penanganan khusus.

“Tinggal dua kabupaten yang masih penanganan khusus: Agam, ada beberapa kecamatan dan lima nagari yang masih terisolasi; dan Pesisir Selatan, ada satu kecamatan dan tiga nagari yang terisolasi,” ucapnya.

Untuk wilayah-wilayah tersebut, Suharyanto memastikan bantuan tetap tersalurkan.

“Kemudian juga untuk daerah terdampak, dua kabupaten ini—Pesisir Selatan dan Agam—ada beberapa nagari yang masih terisolasi. Ini pun kami sudah drop logistik secara terus-menerus, di Pesisir Selatan masih lewat udara,” kata Suharyanto.

“Tapi yang di Agam, selain lewat udara juga bisa lewat darat dan bisa lewat laut, lewat air,” demikian dia. (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com