Boleh Eks Pencuri Nyalon di Pilkada, KPU Dicap Jilat Ludah Sendiri

  • Whatsapp
Wakil Ketua Umum DPP NasDem Ahmad Ali

INDOPOLITIKA.COM – KPU dinilai menjilat ludahnya sendiri lantaran mengeluarkan peraturan memperbolehkan ekn napi koruptor untuk ikut di Piklada 2020 mendatang. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Wakil Ketua Umum DPP NasDem Ahmad Ali.

“KPU dan Bawaslu pernah ke NasDem dan sepakat menandatangani pakta integritas untuk tidak meloloskan eks napi koruptor,” kata Ahmad di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (7/12/2019).

Baca juga:

Peraturan itu tertuang dalam Pasal 3A ayat 3 dan 4 PKPU Nomor 18 tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Dan/Atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Ali mengatakan partainya kecewa dengan peraturan tersebut. Menurutnya pakta integritas yang telah dibuat sebelumnya menjadi sia-sia.

Meski demikian, NasDem tidak ingin mencampuri keputusan KPU dalam membuat peraturan. Ali menyerahkan hal tersebut lantaran KPU karena itu merupakan haknya.

“KPU itu sudah betul, orang habis dipidana sudah laksanakan hukuman, maka dia punya hak sama dengan warga negara lain,” ujar Ali.

Namun dia menyatakan Partainya tidak akan mau mengusung eks koruptor sebagai calon. Meski sudah dilegalkan, Ali menyebut pakta integritas terkait larangan eks koruptor nyalon sudah mendarah daging di NasDem.

“Bagi NasDem kita ada standar internal yaitu siapapun yang terlibat korupsi tidak akan dicalonkan dalam pemilu apapun,” tutur Ali.

Sikap itu tidak bisa diganggu gugat. Ali menegaskan tidak ada intervensi bagi siapapun terkait larangan mencalon bagi eks koruptor untuk NasDem.

“Diatur atau tidak diatur itu sudah pakem yang kita lakukan oleh kita sejak dulu,” tegasnya.[ab]

 

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *