Bos Organisasi Pancasila Ikut Terseret Kasus Bom Aksi Mujahid 212

  • Whatsapp
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Asep Adi Saputra

INDOPOLITIKA.COM- Polri kembali menetapkan satu tersangka buntut kasus inisiasi bom molotov untuk Aksi Mujahid 212 Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB), Abdul Basith (AB). Adapun tersangka baru tersebut berinisial MN.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Asep Adi Saputra menjelaskan, MN terlibat aktif untuk merencanakan penyerangan itu bersama Basith dan beberapa tersangka lainnya. MN juga merupakan salah satu anggota inti dari wadah Majelis Kebangsaan Pancasila Jiwa Nusantara (MKPN).

Muat Lebih

“Yang bersangkutan ini disangkakan dengan pasal 169 KUHP, yaitu merencanakan tindakan kejahatan dan juga terkait dengan Undang-Undang Darurat Tahun 1951 tentang kepemilikan bahan peledak,” ujar Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/10).

Diketahui, Abdul sebelumnya ditangkap oleh anggota Polda Metro Jaya (PMJ) di Jalan Maulana Hasanudin, Cipondoh, Tangerang Kota pada Sabtu (28/9) pukul 01.00 WIB. Polisi juga mengamankan 29 bom molotov yang disimpan AB di kediamannya di Perumahan Pakuan Regency Linggabuana, RT 003/007, Bogor Barat, Kota Bogor.

AB ditangkap karena berencana membuat kerusuhan atau chaos dengan bahan peledak pada aksi Mujahid 212 yang digelar di Jakarta pada Sabtu (28/9) lalu.

Tidak hanya AB, polisi juga menangkap sembilan orang lainnya. Di antaranya S, OS, JAF, AL, AD, SAM, YF, ALI, dan FEB. Mereka semua sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Para tersangka dijerat Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas tindak pidana membuat, menguasai, membawa, menyimpan, mengangkut, menyerahkan, dan atau berusaha menyerahkan bahan peledak.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *