BPJS Kudu Dievaluasi, Menkes Aja Kaget Tagihan Operasi Jantung Rp 10,5 Triliun

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Menteri Kesehatan (Menkes) dr Terawan Agus Putranto mengatakan, akan melakukan koordinasi dengan Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk menindaklanjuti arahan-arahan yang terjadi saat diskusi didalam rapat kabinet, bahwa banyak pelayanan berlebihan yang tidak sesuai dengan literatur.

“Ya contoh pelayanan jantung sampai Rp10,5 triliun lho tagihannya. Kemudian adanya review dari jurnal-jurnal yang mengatakan bahwa pengobatan dengan obat-obatan apalagi pencegahan itu tidak lebih, tidak efisien dibandingkan stent, operasi, dan sebagainya,” kata Terawan, kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Program Kesehatan Nasional, di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.

Muat Lebih

Terawan meyakini, kalau itu bisa diperbaiki yang over itu sehingga betul-betul kalo mau nyetent ya nyetent yang sesuai diagnosanya, kalo mau operasi ya operasi sesuai diagnosanya. “Itu bisa menurunkan mungkin 50%, bayangin banyak lho Rp10 triliun itu. Kalau bisa turun separuh saja itu sudah membuat kita berdua bahagia, Rp5 triliun dihemat,” ucapnya.

Terawan juga melihat apa indikasi-indikasi seksio ternyata naik luar biasa, Rp5 triliun lebih. Dari hal-hal yang itu saja karena apa ternyata seksio begitu banyak sekali sampai 45 % perbandingannya. “Itu kan menunjukan kita tidak dalam grade yang baik. Nah itulah yang maksud saya berlebihan dan ternyata tidak menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi atau anak secara nasional kan percuma duit dikeluarkan,” terangnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *