BPPT Genjot Produksi Rapid Test 1 Juta Perbulan, Harganya Rp 75 Ribu

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah menggenjot produksi alat kesehatan produksi Indonesia dengan target 1 juta rapid test kit mulai Agustus dengan harga pasaran yang jauh lebih terjangkau.

Menurut Kepala BPPT Hammam Riza, bahwa rapid test akan melengkapi keseluruhan ekosistem dari upaya memutus rantai penyebaran covid-19. Untuk testing, Hammam menerangkan bahwa BPPT bekerja sama dengan UGM, Unair dan PT Hepatika Mataram untuk memproduksi rapid test kit dengan harga hanya Rp75.000.

Berita Lainnya

“Hilirisasi produk melalui Pusat Pelayanan Teknologi BPPT. Masyarakat bisa mendapatkannya dengan harga Rp75 ribu,” kata Hammam dalam bincang-bincang Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang diikuti melalui akun Youtube BNPB Indonesia di Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Saat ini hasil hilirisasi produk diberikan melalui pusat pelayanan teknologi BPPT. Prediksinya, akhir pekan ini sudah 100.000 alat tes yang dinamakan RI-GHA COVID-19 bisa diproduksi.

“Kami akan kita tingkatkan produksinya jadi 1 juta kit per bulan mulai bulan depan,” jelasnya.

RI-GHA COVID-19 mendeteksi antibodi IgG dan IgM COVID-19 yang praktis dengan sensitivitas IgM 96,8 persen dan IgG 74 persen dan spesifisitas IgM 98 persen dan IgG 100 persen.

“Hasilnya dari uji validasi ke 10.000 orang, dan dari 10.000 sensitifitasnya 98,4 persen untuk IgG [Immunoglobulin G], dan untuk IgM (Immunoglobulin M) 74 persen. Untuk nonreaktif sekitar 98 persen IgG-nya 100 persen. Ini sudah memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan,” jelas Hammam.

Selain itu, BPPT juga membangun mobile laboratory yang saat ini sedang dalam proses produksi sebanyak tiga unit dan diharapkan bisa membuat 10 unit lagi untuk disebar di seluruh Indonesia.

Selain RI-GHA COVID-19, BPPT juga telah berhasil membuat sejumlah alat kesehatan lain, yaitu Emergency Ventilator, PCR Test Kit, Rapid Detection Kit, Artificial Intelligent untuk Diagnostik COVID-19, dan Mobile Lab Bio Safety.

Produk-produk tersebut merupakan inovasi produk dalam negeri melalui Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan COVID-19.

Melalui Task Force tersebut, BPPT mengajak para pemangku kepentingan untuk menghasilkan produk inovasi yang bisa diproduksi di dalam negeri untuk menangani COVID-19, antara lain akademisi dan industri. [rif]

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *