INDOPOLITIKA.COM – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menyerahkan hasil penelitian gas air mata yang digunakan aparat kepolisian dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, kepada Menko Polhukam Mahfud MD.

“Sudah (diserahkan ke Menko Polhukam), hasil analisa lengkap,” kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko seperti dikutip CNNIndonesia, Jumat (21/10).

Ia enggan mengungkap hasil analisa soal gas air mata itu. Tri hanya mengatakan pihaknya menyerahkannya kepada Mahfud sejak Kamis (21/10).

“Itu nanti Pak Menko saja (hasil analisa),” kata dia.

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Peristiwa yang dipimpin Menko Polhukam Mahfud MD sebelumnya telah menyerahkan laporan akhir Tim ke Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat (14/10).

Mahfud mengatakan TGIPF menyimpulkan gas air mata sebagai pemicu utama kepanikan berujung meninggalnya ratusan nyawa.

“Yang mati dan cacat serta sekarang kritis dipastikan setelah terjadi desak-desakan setelah gas air mata yang disemprotkan,” kata Mahfud dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan peringkat keterbahayaan racun dari gas air mata itu diperiksa oleh BRIN. Meskipun demikian, dia menegaskan apapun hasil temuan BRIN itu tak akan mengurangi kesimpulan tim yang terdiri dari tokoh-tokoh lintas sektor itu.

“Kesimpulan bahwa kematian massal itu terutama karena gas air mata,” kata Mahfud.

Polisi menembakkan gas air mata ke arah penonton yang berada di tribun Stadion Kanjuruhan, Malang, seusai pertandingan sepak bola antara Arema FC melawan Persebaya, Sabtu, 1 Oktober 2022.(red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com