Bronjong Dikritik, Ini Jawaban Anies: Memang Buat Apalagi Kalau Nggak Buat Percantik Kota

  • Whatsapp
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ist)

INDOPOLITIKA-  Pemasangan instalasi gabion atau bronjong seni penyusunan bebatuan menyerupai konstruksi yang biasa digunakan sebagai penguat tebing sungai menggunakan instalasi kawat baja, pengganti Bambu Getih Getah di kawasan Bundaran HI menuai kritik dari berbagai kalangan karena dianggap tidak estetis. Menjawab kritik tersebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan alasannya membangun bronjong itu.

Gubernur Anies mengatakan bronjong senilai Rp 150 juta itu dibuat bertujuan untuk mempercantik kota dan menjadi bagian penataan taman ibukota. “Memang buat apalagi kalau nggak buat percantik (kota),” kata Anies di DPRD DKI Jakarta.

Baca Juga:

Ia menuturkan intalasi telah dipasang sejak beberapa hari lalu oleh Dinas Perhutanan DKI. Menurut Anies, pemasangan intalasi baru itu merupakan hal yang biasa. “Cuma karena tempatnya di Bundaran HI, rame pula,” katanya sambil menambahkan, “Ini Jakarta.”

Di antara yang mempertanyakan karya instalasi dan lokasinya itu adalah anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta. “Di tengah kota dan jantung kota desainnya seperti itu,” kata Manuara.

Bukan hanya desain, Manuara juga menuntut penjelasan atas maksud dan tujuan pemasangan bronjong sebagai simbol untuk mengurangi polusi udara di ibukota. Begitu juga dengan lokasi pemasangan instalasi itu yang dianggap tidak tepat. “Ini kebijakan kepala dinas atau gubernur? Saya kira mereka harus belajar terkait desain estetika kota,” ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan itu.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *