Bugil Saat Layani Pelanggan, 3 Terapis Bertarif Rp 350 Ribu Digiring Satpol PP Tangsel

  • Whatsapp
Para terapis yang diamankan Satpol PP Tangsel, di Griya Pijat Centro Spa and Massage, Jumat (22/11/2019).

INDOPOLITIKA.COM – Cerdas Modern dan Religius! Itu adalah moto Kota Tangerang Selatan yang dipimpin Walikota Airin Rachmi Diany. Ironisnya, panta pijat legal maupun ‘esek-esek’ marak juga ditemukan di kota itu. Bahkan fasilitas yang disediakan pun perempuan muda dengan tarif tertentu.

Salah satu bukti keberadaan panti pijat ‘esek-esek’ ini adalah tertangkapnya 15 terapis oleh Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP) setempat, di Griya Pijat Centro Spa and Massage yang terletak di lingkungan Ruko Golden Boulevard, Jalan Pahlawan Seribu, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Jumat (22/11/2019) sore.

Muat Lebih

Bahkan dalam operasi ini, tiga diantara 15 terapis ini kedapatan bugil atau tanpa busana saat melayani pelanggannya. “Kita mendapatkan 3 pasangan sedang melakukan asusila dan juga para terapis yang pada dasarnya kita lihat di lapangan menutupi kegiatan dengan cara-cara yang tidak benar, kegiatannya terapis ternyata lain,” ungkap Kabid penegak perundang-undangan Satpol PP Tangsel Sapta Mulyana, ditemui di lokasi.

Dikatakan Sapta, selain fasilitas terapis tanpa busana, pemilik usaha dapat diduga menyalahi fungsi bangunan yang seharusnya untuk kawasan perdagangan, namun dijadikan tempat asusila. “Tempatnya sendiri menyalahi  aturan karena dari segi fungsinya bangunan itu kawasan untuk perdagangan namun terdapat penyedian asusila. maka harus ditindak, kita langsung segel,” katanya.

Pengelola Panti Pijat Biasa Berkelit Pura-pura Tidak Tahu

Sementara, Manager Griya Pijat Centro Spa and Massage, Yeni membantah adanya tindakan asusila yang dilakukan para terapisnya. Menurutnya, pihaknya tetap menjalankan Standar Operasi Pelaksanaan (SOP) yang semestinya, meskipun didapati beberapa terapisnya tanpa busana dan alat kontrasepsi.

“Pada dasarnya SOP-nya massage. Kalau pun ada di luar tanggung jawab kita, karena saya tidak membenarkan,” bantahnya saat ditanyai awak media di Kantor Satpol PP Tangsel.

Disisi lain, berbeda dengan Viona (nama samaran), salah satu terapis yang terjaring pada razia tersebut, dirinya membenarkan adanya tindakan asusila yakni melakukan hubungan intim dengan pelanggan. “Iya,  harga Rp 350 ribuan. Disini paling murah sih,” ungkapnya.

Diketahui, Satpol PP tindakan penertiban terhadap griya pijat tersebut karena melanggar Perda Nomor 9 Tahun 2012 Pasal 63 ayat 1 jo Pasal 41 tentang Penyediaan Tempat Asusila.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *