Pemerintahan

Buka Jambore Bela Negara, Presiden Jokowi: Jangan Beri Ruang Ideologi Lain Gantikan Pancasila

Presiden Jokowi didampingi Ketua DPR RI dan Ketua Umum FKPPI membuka Jambore Kebangsaan Bela Negara Keluarga Besar FKPPI, di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta, Jumat (7/12) siang. (Foto: AGUNG/Humas)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, selama 73 tahun Indonesia dapat terus bersatu, terus bergerak maju karena kita memiliki Pancasila. Ia menegaskan, kita memiliki Pancasila dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika.

Untuk itu, Presiden meminta jajaran Forum Komunikasi Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) untuk selalu menjaga Pancasila, menjaga NKRI, dan harus memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila harus terus diingat, terus diterapkan dalam kehidupan berbangsa sehari-hari.

“Kita jangan pernah memberi ruang kepada ideologi-ideologi lain yang ingin mengganti Pancasila. Jangan pernah kita berikan ruang sekecil apapun,” tegas Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada pembukaan Jambore Kebangsaan Bela Negara Keluarga Besar FKPPI, di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta, Jumat (7/12) siang.

Jangan sampai, lanjut Presiden, ideologi-ideologi impor, ideologi- ideologi dari luar mendapatkan ruang untuk menggeser Pancasila, yang akhirnya akan mengoyak negara kita, Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengoyak Merah Putih, dan mengkhianati cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia.

Kepala Negara mengingatkan, bahwa tugas membela negara tidak akan mudah. Ia menyebutkan, di zaman sekarang tidak cukup membela negara hanya dengan berorasi, tidak cukup hanya dengan mengumpulkan massa. Namun, m embela negara harus dilakukan dalam berbagai bentuk kerja nyata.

Membela negara, kata Presiden Jokowi, bisa dilakukan melalui berbagai bidang, berbagai profesi. Bisa dilakukan dengan menjadi dokter, yang memiliki dedikasi untuk memberikan pelayanan kesehatan pada rakyat, utamanya di daerah-daerah terpencil; menjadi insinyur, turut terlibat dalam kerja besar bangsa dalam pembangunan infrastruktur yang Indonesiasentris.

Selain itu, menurut Presiden,  bela negara juga bisa dilakukan dengan menjadi pengusaha, menjadi sociopreneur  yang turut menyelesaikan masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat kita.

“Bela negara juga bisa dilakukan dengan menjadi pribadi-pribadi terbaik yang berkarakter, yang optimistis, yang tidak pesimistis, yang memberikan sumbangsih kepada kemajuan bangsa, negara dan rakyat Indonesia,” sambung Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Polhukam Wiranto, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, dan Ketua Umum FKPPI Ponco Sutowo. (RAGF/AGG/ES)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close