Bukalapak Jadi Tutup Lapak

  • Whatsapp
Bukalapak

INDOPOLITIKA.com – Kabar mengejutkan datang dari Bukalapak. Salah satu unicorn karya anak bangsa ini dikabarkan melakukan PHK besar-besaran. Warganet melakukan plesetan Bukalapak jadi Tutup lapak.

Chief of Strategy Officer of Bukalapak, Teddy Oetomo, mengakui memang ada perampingan. Tapi, dia memastikan Bukalapak tidak sedang rugi.

Baca Juga:

Justru, perusahaannya sedang menengguk laba besar. “Bahkan melampaui ekspektasi kami. Gross profit kami di pertengahan 2019 naik 3 kali dibandingkan pertengahan 2018,” kata Teddy, kemarin.

Head of Corporate Communication Bukalapak, Intan Wibisono, menganalogikan perusahaannya seperti seorang remaja yang sedang beranjak dewasa.

Perusahaannnya saat ini sedang berbenah. Jadi, PHK itu bukan berarti perusahannya bangkrut atau indikasi ekonomi lemah.

“Yang tadinya remaja, boleh coba macam-macam ke sana-sini, terus sekarang kita udah lulus. Jadi, kami sudah lebih dewasa nih. Harus semakin bertanggung jawab,” terang Intan, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Dengan pertumbuhan ini, kata Intan, Bukalapak mengetahui pasti yang dibutuhkan masyarakat. Makanya, untuk hal yang tidak diperlukan masyarakat, ke depannya tidak lagi menjadi fokus Bukalapak. Misalnya Internet of Things (IoT). Makanya, karyawan di bagian ini yang dipangkas.

“Internet of Things itu kan kaya miPHK ini karena Bukalapak kalah saing. “Keras sekali bisnis start up ini, durasi beberapa tahun aja, yang besar-besar langsung goyang…”

Jumlah kecil dari 2.500 orang karyawan ini tidak menjadi fokus kami. Karena program dan produknya bukan lagi menjadi fokus kami ke depannya. Jadinya, ya jadi rame gitu,” paparnya.

Sebab bikin kulkas pintar, meja pintar, atau waktu itu sempat ada percobaan bikin hardware juga, untuk mekanisme pembayaran.

Bukalapak, lanjut Intan, lebih menggemari skema kolaborasi. Seperti ketika Bukalapak memilih tidak mengembangkan e-payment. Mereka justru berkolaborasi dengan “Dana”, salah satu dompet digital dalam menangani sistem pembayarannya.

Hal yang sama juga berlaku pada bagian logistik. Daripada membangun tim logistik sendiri, Bukalapak lebih memilih berpartner dengan semua perusahaan logistik, yang sudah menjadi fokus bisnis mereka.

“Jadi, lebih ke kolaborasi ke depannya,” tutur Intan. Berapa banyak yang akan terkena gelom bang PHK? Intan menyatakan, akan memangkas sekitar 10 persen dari sekitar 2.500 karyawan Bukalapak saat ini.

“Jadi, (PHK itu) mendadak ketika Kabar ada PHK dari Bukalapak ini langsung menjadi pergunjingan di dunia maya. Ada yang bicara dari sudut pandang bisnis, ada yang mengaitngaitkan dengan politik.

Akun @Strategi_Bisnis misalnya. Ia berpendapat, PHK yang dilakukan Bukalapak ini adalah akibat dari perang brutal antara sesama ecommerce. Seperti strategi bakar uang lewat promo potongan harga.

“Harusnya ada konsolidasi. Merger dengan Blibli atau Tokopedia adalah opsi yang layak dipertimbangkan,” saran dia. Cuitan ini langsung disamber @vitoderyalvs.

“Wah kalo merger namanya jadi beda dong? Jadi bukatoko,” tuslinya.

Akun @gegeclothing1 menduga, Yang mengaitkan dengan politik, salah satunya akun @bangnapis. Dia menduga, gelombang PHK ini merupak dampak dari cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky di Pilpres lalu yang menyinggung-nyinggung soal presiden baru.

“Apakah ini salah satu dampak dari twit CEOnya kemarin?,” tanya.

Akun lain berkelakar dengan mencoba mengganti nama Bukalapak. “Bukalapak kalo bangkrut jadi Tutuplapak,” tulis @ ariefbahenol. “Dah ganti nama aja jadi TUTUPLAPAK wkwkwkwk?,” timpal @distibutorpulsa.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *