Bulog Ikut Rayakan HUT Kemenko Ekonomi ke-53 Dengan Gelar Demo Masak

  • Whatsapp
Suasana Perayaan HUT ke-53 Kemenko Perekonomian Minggu 28/7/2019 (ist)

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) merayakan hari jadi ke-53 di lingkungan kantornya, Minggu (28/7/2019). Acara tersebut dimeriahkan oleh kementerian dan BUMN lainnya, termasuk Bulog.

Badan yang digawangi oleh Budi Waseso ini membuka booth yang menampilkan berbagai produk milik Bulog, seperti Beras Kita, Tepung Kita, Minyak Goreng Kita, Gula Manis Kita, dan Daging Kerbau. Kepala Divisi Penjualan Retail Retnaning Adisiwi menyebut bila kedatangan mereka bertujuan untuk memeriahkan acara tersebut, sekaligus memperkenalkan berbagai varian produk Bulog.

Berita Lainnya

“Tujuan Bulog adalah ikut memeriahkan ulang tahun Kemenko Perekonomian. Kedua, kita punya acara Bulog Goes to Office, tujuannya untuk mendekatkan kepada masyarakat bahwa Bulog punya produk baru yang kelasnya premium. Selain itu, bersinergi dengan kementerian lain. Tak hanya kementerian, tapi juga BUMN lain,” katanya saat ditemui wartawan di lingkungan Kemenko Perekonomian, Pasar Baru, Jakarta, Minggu (28/7/2019).

Tidak hanya menampilkan berbagai macam produk dari Bulog, mereka juga melakukan demo masak yang dihadiri oleh Chef Dea Vialdo. Bahan yang digunakan dalam kegiatan kali ini menggunakan produk Bulog, mulai dari beras, gula, hingga daging kerbau.

“Hari ini kami memperkenalkan Beras Kita, beras premium produksi Bulog. Kebetulan dicoba didemo masakan untuk jadi nasi goreng kerbau. Kebetulan kerbaunya, kerbau Bulog,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bulog juga melakukan pendatanganan MoU dengan Kemenko Perekonomian untuk membuka Rumah Pangan Kita (RPK) di koperasi mereka. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama para karyawan mengenai produk premium dari Bulog.

Saat demo masak berlangsung, Chef Dea menyebut bahwa daging kerbau memiliki tekstur berbeda dibanding daging sapi. Dia juga membuat tips agar daging kerbau terasa lebih lembut, yakni memotong daging menjadi potongan kecil dan dipotong dengan arah berlawanan dari serat daging. Menu es timun sengaja dipilih untuk menetralisir kolesterol dari daging kerbau.

“Kalau orang yang sedang melakukan diet, lebih bagus untuk memakan daging kerbau karena lemaknya lebih sedikit dibanding sapi. Lalu kolesterolnya juga lebih sedikit dari sapi, harga juga lebih ekonomis,” katanya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *