INDOPOLITIKA – Malam pergantian tahun menuju 2026 tinggal menghitung hari. Sejumlah titik di Jakarta pun mulai melakukan berbagai persiapan untuk menyambut perayaan malam tahun baru 2026, termasuk kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, yang kembali menjadi pusat perayaan di Ibu Kota.

Pada Selasa pagi (30/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB menunjukkan kondisi lalu lintas di sekitar Bundaran HI terpantau ramai namun tetap lancar. Di lokasi tersebut, panggung utama perayaan malam tahun baru terlihat hampir selesai dipasang.

Pada hari ini, panitia penyelenggara melakukan uji coba sistem tata suara sebagai persiapan menjelang acara puncak. Selain itu, gladi bersih juga digelar untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana saat malam pergantian tahun nanti.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung telah menyampaikan bahwa perayaan malam tahun baru 2026 di Jakarta tidak akan diwarnai pesta kembang api. Pemerintah Provinsi Jakarta memilih menggelar malam pergantian tahun dengan konsep doa lintas agama.

Pramono juga menjelaskan bahwa jumlah lokasi perayaan tahun baru tahun ini dikurangi. Dari sebelumnya 14 titik, kini hanya ada delapan lokasi. Lima di antaranya berada di masing-masing kantor wali kota, sementara tiga lokasi lainnya dipusatkan di Bundaran HI, kawasan Kota Tua, dan Lapangan Banteng.

“Jadi akan ada doa bersama lintas agama. Semua agama akan hadir di tempat tersebut,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta.

Khusus di kawasan Bundaran HI, Pemprov Jakarta menyiapkan pertunjukan video mapping berbasis drone sebagai pengganti kembang api. Pertunjukan ini akan menampilkan pesan keprihatinan dan solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Jakarta tetap menghadirkan perayaan malam tahun baru yang khidmat dan bermakna, meski dikemas secara berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. (Nul)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com