Internasional

Bunuh Penumpang, Aplikasi Transportasi Daring Tiongkok Dibekukan

Layanan transportasi berbasis daring milik perusahaan Didi Chuxing. (Foto: AFP)

Beijing: Kementerian Transportasi Tiongkok membekukan layanan transportasi berbasis daring milik perusahaan Didi Chuxing, setelah kasus pembunuhan yang dilakukan sang sopir kepada penumpangnya.

Peristiwa tersebut merupakan yang kedua kalinya terjadi dalam tahun ini. Selain dibekukan, Didi Chuxing juga diminta meninjau para karyawan dan sopirnya.

"Dua insiden kejam tahun ini mengabaikan nyawa dan keselamatan penumpang. Kementerian Transportasi Tiongkok meminta Didi Chuxing berhenti membual dan berjanji akan memperbaiki," sebut pernyataan Kementerian Transportasi Tiongkok, dikutip dari BBC, Senin 27 Agustus 2018.

Polisi mengatakan, korban yang berusia 20 tahun tersebut masuk ke mobil sekitar pukul 13.00 siang waktu setempat di Kota Wenzhou.

Satu jam kemudian, ia mengirim pesan kepada seorang temannya untuk meminta bantuan sebelum hilang kontak. Usai pesan tersebut, tak diketahui di mana posisi sang pramugari bersama sopir transportasi online tersebut.

Polisi pun segera mengusut kasus ini dan menangkap sang pelaku yang mengaku memperkosa dan membunuh korban. Tiga bulan sebelumnya, seorang wanita yang berprofesi sebagai pramugari juga dibawa ke tempat sepi dan dibunuh oleh sopir Didi.

Pada 2016 lalu, perusahaan aplikasi berbasis daring, Uber, juga dikabarkan sempat menjual asetnya kepada Didi. Namun, saat ini diketahui perjanjian kerja sama tersebut telah berakhir. 

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close