Bupati Nganjuk ‘Dilepeh’ PKB Maupun PDIP Paska Kena OTT KPK

  • Whatsapp
Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat

INDOPOLITIKA.COM – Dua partai politik yakni PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) enggan mengakui Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat sebagai kader. Novi sepertinya ‘dilepeh’ dua partai tersebut paska yang bersangkutan kena OTT KPK terkait dugaan kasus jual beli jabatan.

Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat menyatakan bahwa Novi bukan kader maupun pengurus PDIP. Yang menjadi kader PDIP adalah wakil bupati. “Yang bersangkutan bukan kader pengurus partai. Wakilnya yang menjadi salah satu wakil ketua DPD Jatim,” ungkap Djarot, Senin (10/5/2021).

Berita Lainnya

Sama seperti PDIP, PKB juga enggan mengakui Novi sebagai kader. Sekretaris Gerakan Sosial dan Kebencanaan DPP PKB Luqman Hakim meminta keberadaan Novi tidak dikait-kaitkan dengan PKB. Menurutnya, berdasarkan pengakuan Novi dalam sebuah video di media sosial Youtube, yang bersangkutan telah menegaskan bukan kader PKB.

“Saya mohon keberadaan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat tidak dikait-kaitkan dengan PKB,” ujar Luqman kepada wartawan, Senin (10/4/2021).

Video yang ditautkan Luqman adalah tayangan berita yang diunggah di YouTube oleh MaduTV Network Jawa Timur. Dengan judul ‘Bupati Nganjuk Klaim Dirinya Kader PDIP’. Video itu diunggah 3 Maret 2021.

Video itu menampilkan pemberitaan bahwa Bupati Nganjuk Novi Rahman menghadiri Muscancab PDIP. Di sana ia mengaku sebagai kader partai banteng.

Sementara itu, bila mengecek laman Wikipedia Bupati Nganjuk, Novi disebut merupakan politikus PKB. Ia juga tercatat sebagai Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur periode 2021-2026.

Meski begitu, ia menegaskan, PKB menghormati langkah hukum yang dilakukan KPK. PKB, menurut Luqman, mendukung KPK memberantas seluruh praktik korupsi terjadi di Indonesia. “Kami menghormati langkah-langkah hukum yang dilakukan KPK sebagai upaya tak kenal lelah untuk memberantas praktik korupsi di Tanah Air. Baik langkah penindakan maupun pencegahan,” tutur Luqman.

Sebelumnya, Tim Satgas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Nganjuk, Jawa Timur, berinisial NRH.

Penangkapan yang dilakukan tim penindakan terhadap NRH terjadi pada, Minggu, 9 Mei 2021 sore. “Benar KPK melakukan tangkap tangan di Nganjuk,” ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat dikonfirmasi, Senin (10/5/2021). [ind]

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *