Bupati Pelalawan, Riau Diperiksa Mabes Polri Terkait Karhutla

  • Whatsapp
Muhammad Harris

INDOPOLITIKA.COM – Bupati Pelalawan, Riau, Muhammad Harris diperiksa Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipitter) Bareskrim Polri sebagai saksi terkait perizinan perusahaan yang lahannya terbakar.

Harris mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk dimintai keterangan perizinan sejumlah perusahaan tersebut. Perusahaan berasal dari luar negeri telah mengakibatkan karhutla.

Bacaan Lainnya

“Ada karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di Riau. Karena mungkin di Riau salah satu kunjungannya, ada beberapa perusahaan di Riau, PT AD itu perusahaan Malaysia. Diminta keterangan ke sini sejauh mana izinnya,” terang Harris kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (3/10).

Lebih lanjut Harris menjelaskan, rekomendasi izin perusahaan itu dimulai 2006 silam. Izin perusahaan tersebut berasal dari Kementerian bukan Pemda Kabupaten Pelalawan.

“Kita kan perizinannya itu kan istilahnya apa tuh, izinnya dari kementerian, bukan dari kita. Itu dulukan ada satu rekomendasi tahun 2006, tapi dilanjutkan dengan pelepasan kawasan waktu itu,” jelas Harris.

Dia mengatakan dia sendiri baru mengetahui adanya kebakaran lahan di PT AD dari pihak kepolisian. Dia mengaku tak tahu karena sibuk memadamkan kebakaran di lahan lain.

“Saya saja baru tahu dari orang Mabes juga. Itu kan kebakaran di dalam kebun dia. Kita sibuk memadamkan yang lain,” jelasnya.

Bareskrim Polri merencanakan pemeriksaan terhadap Harris pada 27 September kemarin. Namun Harris meminta penjadwalan ulang pemeriksaan hari ini.

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran menyebut pemanggilan Harris karena di daerahnya terdapat banyak titik api dan lahan yang terbakar cukup luas. Polisi juga membuka peluang memanggil kepala daerah lain jika keterangannya dibutuhkan.

“Hotspot-nya banyak di situ (Pelalawan), lahan yang terbakar banyak. Kita ketahui Pak Presiden 2 kali ke Pelalawan,” katanya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *