Bus Tranjakarta Buatan Eropa Segera Seliweran di Ibu Kota

  • Whatsapp
Transjakarta

INDOPOLITIKA.COM – Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono memastikan akan menggunakan bus listrik buatan Eropa, untuk melayani masyarakat Jakarta ke depannya. Hal ini diungkapkan usai dirinya menghadiri ajang bergengsi internasional Bus World Europe, di Brussel, Belgia.

“Ada tiga merek bus yang beroperasi di Transjakarta buatan Eropa yaitu Mercedes Benz dari Jerman, Volvo dan Scania dari Swedia, hadir semua di Bus World Eropa dengan versi bus listriknya. Ternyata, bus listrik adalah memang betul tren masa depan dunia. Next Generation, seperti tertulis di display-nya,” ujar Agung dalam keterangannya, Jumat (25/10).

Muat Lebih

Dalam kesempatan ini, Agung diundang oleh Union Internationale des Transports Publics (UITP) untuk menyampaikan kisah sukses 15 tahun perjalanan Pemerintah Provinsi DKI dan Transjakarta dalam menata ulang sistem transportasinya. Dia memastikan, bus listrik buatan Eropa akan hadir menjadi bus yang digunakan untuk melayani warga DKI.

“Kendati merek-merek Eropa yang sudah dicintai konsumen sangat dinantikan kehadirannya di Jakarta, syarat standar laik pakai operasional Transjakarta adalah ketahanan baterai dalam menjalankan bus listriknya nanti,” katanya.

Menurutnya, cuaca Jakarta sangat memengaruhi kemampuan bus tersebut beroperasi, terutama kemampuan baterai untuk pendinginan di dalam bus. Karena menurutnya, perhitungan menunjukkan kebutuhan energi baterai untuk AC di iklim tropis adalah sama besarnya dengan kebutuhan energi untuk menggerakkan perjalanan bus.

“Kami tetap mendorong hadirnya bus merk tersebut dengan versi bus listriknya, agar segera siap untuk memenuhi kebutuhan Transjakarta dengan standar dan spesifikasi yang handal untuk cuaca dan suhu udara di Jakarta,” ungkapnya.

Bus listrik yang dipamerkan pada ajang itu ada E-Citaro keluaran Mercedes Benz, yang mengawali operasi di Hamburg tempat ‘kampung halaman’ dulu belajar, Volvo 7900 yang sudah berjalan di Gothenburg, ataupun Scania yang masih piloting di Ostersund.

“Kapan siap untuk masuk Jakarta? Apakah 2021 ketika TransJakarta akan mulai roll-out bus listrik dengan jumlah besar? Atau siapkah ikut pilot project di 2020 untuk membangun kesiapan konversi bis listrik bersama-sama?” tanya Agung menegaskan.

Diakuinya, bus listrik dari Tiongkok seperti BYD saat ini, sudah menjadi market leader bus listrik di dunia. Bahkan, BYD sudah menjalankan uji coba bersama Transjakarta. Pun demikian dengan bus merek Mobil Anak Bangsa juga, yang menjadi bentuk komitmen membangun industri dalam negeri yang harus terus berkembang dan didukung, sudah sepakat untuk uji coba.

Bagaimanapun, Agung memastikan bahwa Transjakarta lebih mengedepankan Agen Pemegang Merk (APM) dalam pemilihan armada yang akan dioperasikannya, agar kualitas dan perawatan serta suku cadang dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan.

“Transjakarta terbuka untuk semua. Karena bus tidak penting dari mana ‘paspor’ atau KTP-nya, yang penting adalah APM (agen pemegang merek)/dealernya dan seberapa berkualitas mereka dalam merawat, menyediakan spare-part dan me-manage siklus baterai sebagai jantung hatinya bus listrik,” tegasnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *