Capres Favorit 2024, Sandiaga Uno Dekati Elektabilitas Ganjar Untuk Suara Pulau Jawa

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Direktur Riset Charta Politika, Muslimim mengatakan  pulau Jawa masih menjadi kunci dalam kontestasi kepemimpinan nasional. Jawa selalu menjadi episentrum karena hampir 60 persen populasi nasional berada di pulau ini.

Menurut dia, apabila tokoh atau calon pemimpin mampu menaklukkan Pulau Jawa berarti sudah membuka setengah pintu kemenangan. Bahkan, setiap pemilihan presiden (Pilpres) hampir selalu semua pasangan calon mengidentikkan dirinya dengan budaya Jawa. Dalam sejarah Indonesia, kecuali BJ Habibie, semua presiden Indonesia berlatar belakang Jawa.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan hasil Survei Nasional yang dikeluarkan Charta Politika pada hari ini, Minggu (29/3/2020), Gubernur Ganjar Pranowo merupakan tokoh yang paling unggul di Jawa. “Setelah itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berada di posisi kedua dengan suara18,8%. Kemudian, Sandiaga Uno memperoleh suara sebesar 14,5% di posisi ketiga,” kata Muslimim, melalui keterangannya, Minggu (29/3/2020).

Yang menarik, kata Muslimin, Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan justru meraih dukungan responden paling sedikit dengan hanya 12,2 persen dan 12 persen.

Padahal, kedua tokoh tersebut kental berlatar belakang Jawa. Anies kelahiran Kuningan, Jawa Barat, tapi sejatinya masa pendidikannya dihabiskan di Yogyakarta. Sementara itu, Risma merupakan kelahiran Kediri, Jawa Timur, kemudian identik dengan prestasinya membawa Ibukota Provinsi Jawa Timur, Surabaya, dikenal karena inovasi pelayanan publiknya.

Sementara untuk elektabilitas secara keseluruhan, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno masih menempati posisi pertama dan kedua sebagai figur presiden pilihan Rakyat Indonesia pada pilpres 2024 mendatang.

Prabowo Subianto memiliki elektabilitas sebesar 27,3%. Sementara itu, elektabilitas pasangan Prabowo pada Pilpres 2019, Sandiaga berada di posisi kedua dengan angka 17,2%.

“Meskipun elektabilitas Sandi lebih rendah daripada Prabowo, ia tetap lebih unggul daripada tokoh lainnya, seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hanya 15,9%, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 9,3%, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono 7,3%,” papar Muslimin.

Namun, ketika nama Prabowo Subianto dihilangkan sebagai capres 2024, Sandiaga Uno meraih elektabilitas tertinggi, yakni 29,2%. Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di bawahnya dengan elektabilitas 27,3% dan Ganjar Pranowo sebesar 21,9%.

“Limpahan elektabilitas tersebut menunjukkan bahwa Sandiaga memiliki sebagian segmen pemilih yang sama dengan Prabowo Subianto,” ujar dia.

Berdasarkan data tersebut, sebagian besar pemilih menginginkan Sandiaga Uno maju dalam perhelatan Pilpres 2024. Dia bahkan menjadi salah satu calon terkuat untuk maju pada 2024 nanti.

Survei Charta Politika dilakukan pada 20–27 Februari 2020 di seluruh Provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah wawancara tatap muka (face to face interview) terhadap sampel acak (random sampling) responden. Margin of error dari survei ini sebesar 2,83%.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *