Catat!! Ini Gejala Lain dari Corona: Mata Merah, Nyeri Otot dan  Kelelahan Parah  

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – WHO menyebutkan gejala seseorang terkena Corona Virus pada umumnya mencakup demam, batuk, pilek, maupun sesak napas. Namun, penelitian baru-baru ini, gejala dari virus tersebut juga mulai meluas. Mencakup mata merah, nyeri otot, kelelahan dan kedinginan ekstrem. Bahkan bisa juga tanpa ada gejala.

Deskripsi lebih rinci dari penyakit yang muncul menunjukkan dokter dan peneliti masih terus mencari penyebab dan gejala lainnya tentang penyakit yang pertama kali muncul di Kota Wuhan China itu. COVID-19 dapat menyerang siapapun tanpa memandang usia atau status kesehatan seseorang.

Bacaan Lainnya

Hedy Bauman, 74 tahun, mengaku sangat lelah sehingga dia hampir tidak bisa pulang meski harus berjalan kaki dari rumah ke toko, yang hanya berjarak beberapa meter. Dia bahkan merasa lelah saat membaca Koran.

“Kamar mandi saya mungkin berjarak 15 langkah dari tempat tidur saya. Aku tidak yakin bisa pergi dari kamar mandi ke tempat tidur. Saya kedinginan, tetapi tidak demam,” kata Bauman, dari Silver Spring, Maryland, mengatakan kepada NBC News.

Dokter Bauman mengatakan gejalanya konsisten dengan apa yang dipelajari dokter tentang kasus corona virus, meskipun mereka masih menunggu hasil dari tes COVID-19 Bauman.

Warga lainnya, Brendan McLaughlin, 28 tahun, mengaku merasakan pusing dan lemah sebelum gejala demam, kedinginan, dan sakit di seluruh tubuhnya. Untuk mengecek kondisinya, McLaughlin pergi ke ruang gawat darurat di Holy Name Medical Center di Teaneck, New Jersey. Hasilnya, dia dinyatakan positif Corona. McLaughlin mengatakan dia sebelumnya tidak pernah merasakan badannya begitu sakit dalam hidupnya. “Aku sehat. Aku mencoba makan dengan benar. Aku menjaga diriku sendiri, kata McLaughlin.

Salah satu laporan utama soal gejala coronavirus yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada bulan Februari, setelah misi mereka ke Cina menjelaskan, berdasarkan hampir 56.000 kasus di China, menemukan gejala paling umum adalah demam (88 persen) dan batuk kering (68 persen). Hampir 40 persen pasien mengalami kelelahan. Napas pendek dan masalah perut. Sejak laporan itu, gejala lain yang terkait dengan COVID-19 telah muncul.

Banyak pasien yang telah dites positif terkena virus korona, atau telah diberitahu oleh dokter terkait gejala awalnya. Misalkan pasien mengalami sakit kepala dan sakit tenggorokan. Yang lain sakit perut karena mual atau diare. Beberapa pasien mengatakan mereka tidak tertarik makan. Banyak yang melaporkan bahwa mereka kehilangan indera pengecap dan penciuman,” sebut British Rhinological Society, dalam rilisnya baru-baru ini.

Menular Sebelum Ada Gejala

Sementara sebuah studi yang diterbitkan dalam JAMA Ophthalmology menambahkan gejala COVID-19. Antara lain, mata merah atau juga dikenal sebagai konjungtivitis. Sepertiga dari 38 pasien dalam laporan tersebut memiliki kondisi mata inflamasi. Tetapi juga menjadi lebih jelas bahwa beberapa orang yang terinfeksi menyebarkan virus tidak memiliki gejala sama sekali.

Dr. Robert Redfield, direktur CDC, mengatakan kepada NPR minggu ini bahwa seperempat pasien tidak menunjukkan gejala. Dan sebuah laporan yang diterbitkan oleh CDC Rabu lalu menemukan bukti bahwa orang yang terinfeksi dapat menyebarkan virus sebelum mereka mendapatkan gejala, meskipun tampaknya jarang terjadi. Fenomena ini disebut “penularan presimptomatik,” yang juga dikenal sebagai cara penyebaran flu.

Laporan CDC didasarkan pada 243 kasus coronavirus di Singapura. Para peneliti di sana dengan hati-hati melacak semua individu yang telah dihubungi pasien sebelum menjadi sakit. Mereka akhirnya menentukan 6,4 persen dari transmisi dalam penelitian ini berasal dari pasien yang menunjukkan gejala.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *