Pemilu

Cawapres Jokowi Lebih Cocok Militer atau Pengusaha

Jokowi akan mengambil cawapresnya yang tidak resisten

JAKARTA – Berbeda dengan pendapat pengkaji atau pengamat lain yang lebih mengunggulkan pasangan cawapres Jokowi dari kalangan Islam. Penggiat Kajian Politik Indonesia (KPI) Dani Dahlan justru memprediksi cawapres Jokowi justru dari kalangan miter atau kalangan pengusaha.

“Jokowi akan mengambil cawapresnya yang tidak resisten,” ujar Dani, Selasa (24/4).

Kira-kira figur siapa dari militer? Ditanya demikian ia katakan yang menguat justru ada dua nama, yakni nama mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang juga mantan Panglima TNI. Jika disuruh memilih antara keduanya, Dani lebih kepincut memilih Moeldoko.

“Moeldoko saya lihat tidak resisten. Beliau di kalangan militer juga dikenal sebagai sosok yang “dingin” tapi sangat tegas. Moeldoko saya lihat lebih supel ketimbang Gatot,” paparnya. Bagaimana dengan Gatot? Ia katakan, cenderung resisten. Karena di mata masyarakat, sosok Gatot diidentikan sebagai opisisi Jokowi pasca-isu PKI yang mencuat lagi beberapa waktu lalu saat Gatot masih menjabat Panglima TNI dan polemik pembelian senjata.

“Jadi Gatot imejnya sudah seperti Prabowo. Oposisi pemerintah,” tegas Dani.

Meski di berbagai hasil survei nama Gatot cukup tinggi, akan tetapi hal itu bukan menjadi patokan. Jokowi popularitas dan elektabilitasnya masih besar. Jadi sebenarnya, kata dia, cukup mengkombinasi persentasi cawapresnya.

“Penambahannya tidak perlu terlalu banyak, Jokowi sudah bisa memenangkan pertarungan pilpres. Dari berbagai survei Jokowo dirata-rata di kisaran 40-50 persen, sisa ditambahkan saja dengan cawapresnya berkisar 20-25 persen, sudah menang kan..” paparnya.

Lantas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)? Dani katakan, AHY bagus, akan tetapi keputusan politiknya masih pada sosok sang Ayah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. “Masih dibawah bayang-bayang SBY. Hal ini agak kurang menguntungkan dari sisi politik. Justru saya memprediksi AHY akan membentuk poros ketiga,” ujar Dani menegaskan.

Sekadar diketahui, sebelumnya Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pernah merilis kalangan militer yang berpotensi digaet Jokowi sebagai cawapres. Ada nama AHY 71,2 persen, Gatot Nurmantyo 56,5 persen dan Moeldoko di kisaran 18 persen. Kinerja Moeldoko sebagai KSP yang dinilai banyak kalangan positif, lanjut Dani, akan memberikan kontribusi besar dalam menguatkan sekaligus memperkenalkan Moeldoko. “100 hari kerja Moeldoko kan banyak kalangan mengapresiasi. Ini sangat positif di mata masyarakat,” katanya.

Dari kalangan pengusaha siapa? Ia hanya menyebutkan dua nama, yakni Airlangga Hartarto dan pemilik Trans Corp Chairul Tandjung (CT).

“Airlangga bagus, bisa meraup suara Jawa Timur dan Jawa Barat. Sedangkan CT bisa ditopang dengan perusahaan medianya,” tegas Dani lagi.

Tags

Artikel Terkait

Close
Close