CapresPDI PerjuanganPolitik

Cawapres Jokowi Mengerucut Tiga Nama, Ini Dua Syarat Utama dari PDIP

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan telah menentukan dua syarat utama yang menjadi acuan dalam memilih pendamping Joko Widodo dalam pemilihan presiden nanti. Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah mengatakan tokoh yang akan menjadi wakil Jokowi itu harus bisa memastikan kemenangan dan mampu menjalankan pemerintahan.

“Kami ingin menang dan calon kami bisa menjalankan pemerintahan dengan chemistry,” katanya seusai diskusi tentang polemik di tubuh partai di Jakarta, Minggu, (20/4/2014).

Menurut dia, partainya tengah menimbang lima nama untuk menjadi wakil Jokowi itu. Namun ia tak mau menyebutkan siapa saja mereka. “Sabar, nanti diumumkan oleh ibu Megawati. Ini hak prerogratif beliau,” kata dia.

Begitu juga dengan Jokowi, Capres PDIP ini masih belum mau menyebutkan siapa saja kelima nama yang akan menjadi kandidat cawapresnya. Hanya saja, pria kelahiran Solo itu sedikit memberikan bocoran, yaitu kandidat cawapresnya telah mengerucut menjadi tiga nama. Santer terdengar tiga nama yang mengerucut itu berinisial JK, AS, dan RR.

“Sudah mengerucut dari 5 menjadi 3 nama. Tapi belum bisa disebutkan. Secepatnya. Kita terbuka bekerja sama dengan siapa pun tidak ada masalah,” kata Jokowi di kediamannya di Jl Taman Suropati, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2014).

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristianto, menyatakan pendamping Jokowi tentu saja berkriteria khusus. Sampai saat ini masih dalam proses seleksi ketat. PDIP, Kata Hasto, mempertimbangkan beberapa nama, antara lain Ketua KPK, Abraham Samad, mantan KSAD, Ryamizard Ryacudu, dan sejumlah nama lainnya.

“Ada nama Abraham Samad, Ryamizard, dan lainnya,” jelas Hasto, Kamis (17/4).

Nama JK juga masuk dalam bursa cawapres. Mantan wapres yang kini berusia 72 tahun itu juga dipertimbangkan.

Senada dengan Hasto, Wasekjend PDIP lainnya Eriko Sotarduga mengatakan nama Abraham Samad memang merupakan salah satu orang yang dipertimbangkan partainya untuk mendampingi Jokowi.

Menurutnya hal itu dilakukan agar PDIP menemukan orang terbaik sebagai cawapres pendamping Jokowi.

“Karenanya kita masih menginventarisir semuanya termasuk Samad,” katanya di Jakarta, Rabu (16/4/2014).

Ia menyatakan yang pasti cawapres pasangan Jokowi haruslah yang berani dalam memberantas korupsi. Agar siapapun yang terlibat nantinya harus ditindak. Hal ini, menurut Eriko, membuat PDIP mempertimbangkan Abraham Samad sebagai pendamping Jokowi.

Pengamat politik dari Konsep Indonesia (KonsepIndo) Budiman menilai, mengerucutnya tiga nama cawapres Jokowi, yaitu inisial JK, AS, dan RR, menunjukkan bahwa partai berlambang banteng moncong putih dalam menentukan cawapres Jokowi memang sangat hati-hati.

Seperti tidak masuknya nama Mahfud MD dalam tiga nama itu, Budiman menjelaskan, kemungkinan disebabkan Mahfud MD sudah melakukan deal politik dengan Aburizal Bakrie meskipun belum final.

“Mungkin karena santer pemberitaan ARB sudah deal dengan MMD, jadi wajar kalau tidak masuk. PDIP tak mungkin mau berebut cawapres dengan Golkar,” ujar Budiman. (ip/tm/dt)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close