Cegah Aksi Main Pukul Terulang, PPP Minta Penegak Aturan PPKM Darurat Contoh Ganjar

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Aksi main pukul oknum Satpol PP Gowa terhadap pasangan suami-istri (pasutri) pemilik warkop, Nurhalim alias Ivan (24) dan Amriana (34), saat razia PPKM membuat heboh.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP Arsul Sani meminta seluruh penegak aturan PPKM Darurat untuk mencontoh apa yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Berita Lainnya

Asrul Sani juga menyebut peristiwa aksi pukul itu harus dijadikan sebagai pelajaran bagi anggota yang bertugas di lapangan dalam menegakkan aturan PPKM.

“Kasus di Kabupaten Gowa tersebut juga di beberapa tempat lain sebelumnya, bahkan peristiwa yang menyangkut anggota Paspampres beberapa waktu lalu, seyogianya diambil sebagai pelajaran bagi seluruh jajaran aparatur sipil, Polri, maupun TNI yang melaksanakan PPKM darurat di lapangan,” kata Arsul dalam keterangan tertulisnya dikutip Indopolitika.com, Sabtu (17/7/2021).

Arsul menyebut pelajaran yang dapat diambil dalam peristiwa itu adalah terkait tata kelola penertiban. Menurutnya, anggota yang bertugas di lapangan harus memiliki kesiapan mental dan emosi, juga berpengetahuan baik tentang aturan PPKM.

“Serta adanya pengawas lapangan yang memonitor dan mengawasi interaksi emosional antara aparat dan warga masyarakat. Kepala daerah dan pejabat Polri serta TNI setempat perlu juga turun melakukan pengawasan,” ucapnya.

Dia pun menyinggung apa yang dilakukan oleh Ganjar Pranowo dalam menerapkan aturan PPKM. Arsul menilai pengawasan dan pendekatan Ganjar ke jajaran serta masyarakatnya yang baik perlu dicontoh kepala daerah lain.

“Model-model seperti yang dilakukan Gubernur Jateng (Ganjar Pranowo) dan sejumlah kepala daerah yang relasi dan cara pendekatannya adem perlu menjadi pelajaran bersama,” ujarnya.

“Jadi sebenarnya kita telah memiliki contoh-contoh baik dalam penanganan PPKM seperti yang dilakukan oleh sejumlah daerah lainnya. Di mana yang ditekankan kepada warga masyarakat adalah soal tidak boleh terjadinya kerumunan, bukan tidak boleh berdagangnya sepanjang masih pada jam yang ditentukan. Bahkan terdapat juga contoh-contoh di mana aparat bisa menertibkan masyarakat dengan simpatik, ngobrol bareng,” tambahnya.

Insiden pemukulan Satpol PP Gowa ini terjadi di warkop yang juga rumah milik Ivan di Panciro, Gowa, pada Rabu (14/7) sekitar pukul 20.40 Wita. Ivan menegaskan saat itu warkopnya sudah tutup akibat PPKM.

Namun Ivan hanya menutup sebagian pintu warkopnya karena dia sedang live untuk melakukan endorse sejumlah produk. Saat itulah tiba-tiba ada sejumlah orang yang memasuki warkopnya.

“Sudah itu, ada salah satu (petugas) PPKM wanita menegur istriku karena pakaiannya seksi, apa hubungannya PPKM dengan pakaian seksi? Itu kan warkop sekaligus rumah. Wajar kan pakaian tidur, jadi istriku marah,” ujar Ivan.

Baik Ivan maupun istrinya langsung membuat laporan polisi ke Polres Gowa tak lama setelah aksi penganiayaan dilakukan. [fed]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *