Internasional

Cegah Perampokan, Atlet Kazakhstan Tewas Ditikam

Ilustrasi oleh Medcom

Kazakhstan: Maksud hati mencegah pencurian di mobilnya, seorang atlet seluncur es di Kazakhstan justru meregang nyawa.
 
Denis Ten, seorang atlet seluncur es peraih medali Olimpiade tewas pada Kamis 19 Juli setelah ditikam dalam penyerangan di kota terbesar di Kazakhstan. Pria berusia 25 tahun itu tewas karena luka tusuk oleh pencuri yang mencoba mengambil kaca mobilnya di Almaty, Kazakhstan.
 
Menteri Kebudayaan dan Olahraga Kazakhstan, Arystanbek Mukhamediuly menuliskan dalam postingan dilaman Facebooknya bahwa Ten adalah atlit seluncur es pertama dari Kazakhstan yang berhasil meraih medali pada Olimpiade. Mukhamediuly menambahkan, operasi darurat dilakukan untuk menyelamatkan nyawa Ten tetapi tidak berhasil.
 
"Ini adalah tragedi yang tak pernah terpikirkan akan terjadi dan kesedihan yang tidak dapat dihilangkan," tulisnya dalam postingan tersebut, seperti dikutip CNBC, Jumat 20 Juli 2018.
 
Persatuan Peseluncur Internasional (ISU) dan Komite Olimpiade Internasional juga mengkonfirmasi kematian Ten melalui Twitter pada Senin pagi.
 
"Denis Ten adalah atlet dan duta yang hebat," ucap presiden Komite Olimpiade Internasional, Thomas Bach dalam sebuah pernyataan.
 
"Dia mempunyai kepribadian yang hangat dan merupakan orang yang menawan. Ini merupakan luka mendalam karena dia harus pergi diusia yang masih muda," tambahnya.
 
Ten merupakan salah satu atlet individu asal Kazakhstan yang paling sukses dan juga atlet seluncur es paling menonjol. Dia berhasil meraih juara di Kejuaraan Peseluncur Es Dunia pada tahun 2013, meraih medali perak, dan tahun 2015, meraih medali perunggu dan menjadi peraih medali perunggu tahun 2014 di Pertandingan Olimpiade di Sochi. (Khalisha Firsada)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close