INDOPOLITIKA.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang menganjurkan kepada para balita agar diberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang kaya protein hewani untuk  mencegah stunting. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr. Achmad Muchlis mengungkapkan pemberian konsumsi pangan yang kaya protein hewani sebagai makanan pendamping ASI sangat kuat untuk pencegahan stunting terutama pada balita usia di bawah dua tahun (baduta). 

“Setelah bayi mendapatkan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan, maka dianjurkan untuk memberikan makanan pendamping yang kaya protein hewani seperti susu, telur, ikan dan daging serta produk olahannya untuk memenuhi gizi yang mendukung petumbuhan dan perkembangan anak,” katanya, Jum’at (23/2/2024). 

Diketahui, stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronik yang ditandai dengan tinggi dan berat badan menurut usia yang berada dibawah standar.  

Ia mengimbau masyarakat terutama orang tua yang memiliki balita untuk rutin datang ke posyandu melakukan pengukuran berat dan juga tinggi badan setiap bulannya, sehingga tumbuh kembang anak dapat terpantau dengan baik.

“Kami mengimbau masyarakat khususnya orang tua yang memiliki balita datang ke posyandu untuk melakukan penimbangan dan pengukuran tinggi badan setiap bulannya. Jika diperlukan intervensi, maka akan diberikan makanan tambahan berupa makanan lokal,” katanya. [Red] 

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com