Cek Fakta: [Hoaks] Penjual Bensin Eceran Didenda Rp30 Miliar

  • Whatsapp

Sebuah konten unggahan di media sosial menyajikan informasi yang salah mengenai kebijakan dari PT. Pertamina. Perusahaan plat merah tersebut dikabarkan akan memberikan hukuman bagi penjual bensin eceran selama 6 tahun penjara, dan denda sebesar Rp30 Miliar.

Plt Kepala Biro Humas Sekretariat Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ferdinandus Setu mengatakan bahwa informasi tersebut dipastikan hoax. Gara-gara berita ini, tidak sedikit netizen yang menyalahkan pemerintah.

Muat Lebih

“Netizen menuding kebijakan tersebut adalah langkah gila yang menyengsarakan rakyat kecil, mengingat banyak yang menjadi pedagang bensin eceran,” kata Ferdinandus di Jakarta, Minggu (11/8/2019).

Ferdinandus menjelaskan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam jerigen, sebenarnya diperbolehkan  untuk kebutuhan pertanian, industri kecil dan kepentingan sosial. “Jadi, untuk membelinya, diperlukan rekomendasi dari dinas yang terkait,” ujarnya.

Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 15 tahun 2012 tentang Harga Jual Eceran dan Konsumen Pengguna Jenis Bahan Bakar Tertentu.

Lebih lanjut, kata Ferdinandus, terkait hal tersebut juga dijelaskan Sales Eksekutif Pertamina Retail IV, wilayah Kalimantan Barat, Benny Hutagaol bahwa, masyarakat dilarang membeli BBM jenis apapun untuk dijual kembali karena bertentangan dengan UU No.22/2001.

“Kebijakan ini dibuat mengingat sangat berbahaya bagi keselamatan penjual dan orang lain, apalagi lokasinya di perkotaan, kecuali daerah tersebut jauh dari SPBU,” imbuhnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *