Cek Fakta: Kepala Desa Segel Musala dan Larang Salat di Perum Agape Tumaluntung MInahasa Utara

  • Whatsapp

Sebuah unggahan video beredar luas di media sosial. Isinya mengenai instruksi Kepala Desa soal penyegelan musala dan melarang orang untuk beribadah salat. Diketahui video tersebut terjadi di Perum Agape, Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Plt Kepala Biro Humas Setjen Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari Kabag Humas dan Protokol Pemkab Minahasa Utara, Chresto Palandi. Kabar tersebut tidak benar.

Bacaan Lainnya

“Tidak benar kalau terjadi larangan salat di Kabupaten Minahasa, pemerintah setempat menepis isu yang berkembang di media sosial itu,” kata Ferdinandus di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Berdasarkan fakta sebenarnya, tempat yang disebut-sebut sebagai musala itu adalah balai pertemuan. Peristiwa tersebut terjadi pada hari Jum’at 26 Juli 2019 pukul 09.00 WITA.

“Jamaah saat itu ingin menunaikan salat di balai pertemuan, tetapi oleh Pemdes (pemerintah desa) disilakan salat di masjid,” ujar Ferdinandus mengutip pernyataan Chresto.

Lebih lanjut, kata Ferdinandus, Chresto juga mengatakan bahwa setiap kegiatan memang harus disertai izin.

“Dia juga memastikan kalau pemerintah tidak menghalang-halangi masyarakat untuk beribadah,” imbuhnya. (ind)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *