Cemburu, Driver Taksi Online Gorok Sopir Taksi Reguler di Bogor

  • Whatsapp
Pelaku yang berprofesi sebagai driver taksi online yang dirilis kepolisian

INDOPOLITIKA.COM – Diduga terlibat cinta segitiga hingga dibakar api cemburu, seorang sopir taksi online berinisial RZ (29) dengan tega menggorok sopir taksi regular, AW (35). Bahkan jasad korban dibuang di KM 58 tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Caringin Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor AKBP M Joni mengatakan, pada awalnya, pihak kepolisian mengira kasus pembunuhan ini berlatarbelakang perampokan. Namun setelah dilakukan penyelidikan, ternyata akibat cemburu dan cinta segitiga.

Baca Juga:

Joni mengatakan, pelaku merasa cemburu terhadap korban yang menjalin hubungan dengan DF (28) kekasihnya yang berprofesi sebagai pemandu lagu di Cibubur.

“Berawal dari RZ (pelaku) curiga kepada DF (pacarnya), yang diindikasikan telah berselingkuh dengan AW (korban), setelah melihat nomor handphone dan lain-lain, maka diancamlah si pelaku perempuan (DF), kalau misalnya tidak mengakui memberikan informasi yang sebenarnya maka akan dibunuh DF,” kata AKBP M Joni di Mapolres Bogor, Senin (28/10).

Lebih lanjut ia menceritakan karena tertekan, DF secara terbuka mengakui kepada RZ, bahwa mereka ada hubungan dengan AW.

“Saat itu pulalah, si pelaku RZ dan DF ini membuat perencanaan bagaimana melakukan pembunuhan terhadap AW. Dengan menggunakan handphonenya DF mengajak korban untuk bertemu dengan AW, dan dijemput di wilayah Cibubur bersama RZ kemudian berangkat ke arah Puncak,” jelasnya.

Setelah itu, kata dia, dalam perjalanan mereka (RZ dan AW) sempat terlibat cekcok atau adu mulut, kemudian sesampainya di KM 45 tol Jagorawi, DF meminta berhenti di rest area, seolah-olah hendak buang air.

“Berhentilah mereka di rest area. Saat korban menghentikan mobilnya, si pelaku RZ langsung mengeluarkan golok dan mengarahkan ke leher korban, sehingga terjadi luka parah dan banyak mengeluarkan darah, bahkan sebagian besar uratnya terputus sehingga korban meninggal dunia,” tandasnya.

Tak hanya itu, setelah korban didapatkan meninggal dunia, kedua pelaku (RZ dan DF) membawa korban ke tol Bocimi dan tepat di KM 57 jasadnya dibuang oleh para pelaku.

“Setelah korban dibuang, keduanya kabur ke arah Depok membersihkan mobil B 2514 TQZ Toyota Alya milik korban. Kemudian para pelaku melarikan diri ke arah Cidaun, Cianjur. Mobil tersebut, sempat digadaikan kepada seseorang meski tak ada surat-suratnya. Baru di DP (down payment) Rp2 juta, setelah beberapa lama penerima gadai (penadah) itu juga curiga karena surat-surat tak datang juga,” ujarnya.

Kemudian, tambah dia, kasus ini terungkap setelah pihaknya terus melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait identitas korban hingga keluarga korban. Kemudian akhirnya diketahui motifnya.

“Kurang lebih satu bulan, keduanya berhasil kita tangkap di tempat indekost di daerah Kota Bandung pada 19 Oktober 2019 kemarin. Para pelaku akan kita jerat dengan pasal 338 dan 340 KUHP, bahkan jika melihat barang buktinya yakni mobil kita akan melakukan pendalaman untuk menjerat pasal 365 KUHP tentang pencurian pemberatannya,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi menambahkan pelaku berinisial RZ saat hendak ditangkap berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan. “Sehingga petugas mengambil tindakan tegas, atau melumpuhkan korban dengan cara ditembak pada kaki kanannya,” ujarnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *