Internasional

Cendekiawan Muslim asal Swiss Hadapi Sidang Pemerkosaan

Cendekiawan Muslim asal Swiss, Tariq Ramadan. (Foto: AFP)

Paris: Tokoh cendekiawan muslim terkemuka, Tariq Ramadan, menghadapi sidang kasus pemerkosaan selama lebih dari delapan jam di sebuah pengadilan di Prancis pada Selasa 18 September. Ia meminta dibebaskan dengan jaminan setelah sempat ditahan selama tujuh bulan atas kasus tersebut.

Ramadan, seorang komentator televisi, adalah mantan profesor di Universitas Oxford. Ia dipaksa pihak kampus untuk mengambil cuti ketika tuduhan pemerkosaan itu muncul dalam gerakan bertajuk "Me Too" akhir tahun lalu.

Seorang warga Swiss, yang kakeknya mendirikan Ikhwanul Muslimin Mesir, Ramadan didakwa di Prancis pada Februari lalu atas tuduhan memperkosa dua wanita di hotel pada 2009 dan 2012.

Sejumlah jaksa di Swiss juga telah membuka penyelidikan atas tuduhan Ramadan memperkosa seorang wanita di sebuah hotel Jenewa pada 2008.

Dalam persidangan terbaru, Ramadan berhadapan dengan seorang wanita penyandang disabilitas. Wanita itu menuduh Ramadan memperkosanya di kota Lyon, Prancis timur, pada 2009.

Wanita itu enggan disebutkan namanya, namun dikenal di media sebagai "Christelle."

"Ini adalah konfrontasi pahit. Ramadan memiliki banyak musuh. Dia adalah seorang ahli teori konspirasi. Klien saya telah membawa rasa sakit ini selama 10 tahun," kata Eric Morain, pengacara wanita itu, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu 19 September 2018.

Sementara pengacara Ramadhan, Emmanuel Marsigny, menegaskan kliennya "tidak pernah berhubungan seks dengan pelapor."

Ramadan, seorang ayah berusia 56 dengan empat orang anak, menilai tuduhan yang dilayangkan kepadanya sebagai upaya pencemaran nama baik.

Terkait upaya bebas dengan uang jaminan, Ramadan beralasan sulit baginya mendapatkan perawatan penyakit multiple sclerosis di penjara.

Namnun hakim di Prancis menilai Ramadan mendapatkan perawatan layak di rumah sakit penjara di kota Fresnes.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close