Internasional

Cerita 12 Remaja Thailand Bertahan Hidup di Gua Tham Luang

Jumpa pers para remaja Thailand yang terjebak di Gua Tham Luang. (Foto: AFP).

Chiang Rai: Untuk pertama kalinya 12 remaja Thailand yang tergabung dalam tim sepak bola Wild Boars tampil di muka publik. Dalam jumpa pers, para remaja ini mengungkapkan pengalaman mereka terjebak selama lebih dari dua pekan.

"Ini adalah keajaiban. Kami mendengar orang-orang berbicara dan berusaha menyelamatkan kami," ucap salah seorang remaja, Adul Sam-on, 14, dilansir dari laman Channel News Asia, Kamis 19 Juli 2018.

Adul mengatakan awalnya mereka mengira dua penyelam yang pertama kali menemukan mereka adalah warga Thailand. "Saya tidak tahu harus berkata apa, tapi kami mengucapkan 'halo'," imbuhnya.

Pelatih tim sepakbola ini, yang juga ikut terjebak dalam gua, Ekkapol Chantawong, 25, mengatakan anak-anak itu tidak membawa makanan apapun. Namun, menurut dia, mereka sangat hebat dan kuat karena bisa bertahan.

Seorang bocah menyampaikan mereka bertahan hidup hanya dengan air di atas stalaktit di gua selama sembilan hari.

"Kami mencoba menggali karena kami berpikir tidak bisa menunggu pihak berwenang untuk mendapatkan kami," ucap Ekkapol.

"Kami menggali lubang untuk menemukan jalan keluar dan berhenti ketika kami lelah. Kami terus minum air untuk mengisi perut kami," imbuh dia.

Namun, upaya mereka tidak membuahkan hasil. Pasalnya, sebagian bukan perenang yang hebat.

Setelah berhasil diselamatkan, para bocah berusia 11 hingga 16 tahun ini terharu melihat banyak orang yang membantu mengeluarkan mereka dari gua. Dokter mengatakan 13 orang terjebak di gua itu memiliki kesehatan fisik dan mental yang baik.

Usai diselamatkan dan mendapat perawatan, para bocah ini diberikan potongan rambut baru. Bahkan, rata-rata dari mereka naik berat badannya hingga 3 kilogram.

Lebih dari 10 ribu personel keamanan dikerahkan. Insinyur, ahli geologi, petugas medis, penyelam gua kelas dunia dan beberapa sukarelawan ikut bergabung dalam operasi penyelamatan ini.

Para remaja berikut pelatihnya berhasil diselamatkan secara lengkap pada Selasa 10 Juli lalu.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close