INDOPOLITIKA – Gedung Terra Drone yang berlokasi di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, dilanda kebakaran hebat pada Selasa (9/12/2025) siang.
Insiden kebakaran gedung Terra Drone ini menyebabkan 22 orang meninggal dunia, yang terdiri dari tujuh laki-laki dan 15 perempuan. Seluruh jenazah korban langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.
Polres Metro Jakarta Pusat pun kini tengah menyelidiki penyebab kebakaran gedung bertingkat tersebut. Olah TKP juga dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, kebakaran Gedung Terra Drone diduga dipicu terbakarnya baterai moda nirawak atau drone. Namun, hal ini masih perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut.
“Kalau dari keterangan tadi, memang sementara baru karena baterai ya, baterai dari drone yang terbakar. Namun sebabnya terbakar, saat ini tim labfor masih bekerja,” katanya.
Kesaksian Korban Selamat
Salah satu korban selamat dalam insiden tersebut yakni SA (20). Ia merupakan staf Human Resources Development (HRD).
Ibunda SA, Dea Anjani (52), mengatakan bahwa anaknya menjadi satu-satunya karyawan yang berhasil selamat saat berada di lantai 3 gedung tersebut.
Dea menceritakan, awalnya SA mengabarkan kejadian kebakaran di kantor Terra Drone melalui sambungan telepon.
“Anak saya bilang, ‘Kantor aku meledak, bos aku mati’, gitu katanya. Saya ya lemes dong,” ujar Dea ketika ditemui di lokasi kejadian pada Selasa.
Setelah itu, Dea tak bisa lagi menghubungi SA. Ia pun bergegas menuju lokasi kebakaran.
”Aku Selamat Bun!”
“Anak saya nangis pas ketemu saya. Dia bilang ‘aku selamat ibu, aku selamat’,” tutur Dea menirukan perkataan SA.
Kemudian, putrinya menceritakan bahwa saat kejadian ia sedang berada di lantai 3. Sekitar pukul 12.00 WIB, para karyawan PT Terra Drone di lantai 3 yang baru saja selesai makan siang tiba-tiba mendengar ledakan dari lantai bawah.
“Iya, tiba-tiba meledak saja. Pas bunyi “bum” gitu, anak saya langsung sigap dia ke bawah. Alhamdulillah bisa selamat,” tutur Dea.
Syok karena rekan-rekan meninggal dunia Karena langsung turun dari lantai 3, SA menjadi satu-satunya karyawan yang selamat. Sementara itu, semua rekan kerjanya meninggal dunia. Menurut Dea, hal itu membuat putrinya sangat syok.
“Anak saya cerita, tadi pagi masih ngobrol sama bosnya, masih sama temen-temennya pas makan siang. Lalu tiba-tiba mereka sudah meninggal,” tutur Dea.
“Dia syok sekali. Terus temannya tadi nelepon pas dia udah di bawah, temannya masih di atas. Kata temennya, ‘Gue udah enggak kuat, tolongin gue, tolong gue,’ gitu kata anak saya,” lanjutnya.
SA menyebut bahwa rekan-rekannya sempat mengeluhkan sesak napas sebelum akhirnya tidak tertolong. (Red)












Tinggalkan Balasan