INDOPOLITIKA.COM – Kerja sama erat antara Tiongkok dan Malaysia dalam produksi vaksin menjadi pertanda baik bagi pasokan vaksin COVID-19 untuk Malaysia dan wilayah sekitarnya.
Hal itu disampaikan para pembuat vaksin yang bekerja untuk merampungkan operasi pengisian dan penyelesaian (fill and finish) untuk vaksin COVID-19 buatan perusahaan Tiongkok, CanSino Biologics.
Vaksin dosis tunggal tersebut, yang berdasarkan platform adenovirus, akan melengkapi vaksin Tiongkok lainnya yang digunakan di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), terutama sebagai dosis booster.
Wakil Direktur Pelaksana perusahaan Malaysia Solution Biologics Mohd Nazlee Kamal mengatakan, bahwa akan mungkin untuk melakukan fill and finish sekitar 3 hingga 6 juta dosis vaksin per bulan ketika produksi dimulai, dengan Solution Biologics yang bertujuan untuk bekerja sama dengan CanSino untuk memasuki pasar ASEAN dan juga pasar dunia.
“Malaysia menyetujui penggunaan vaksin COVID-19 CanSino pada Juni tahun lalu,” ungkapnya mengutip, Xinhua News, Rabu (9/3/2022).
Pada Februari lalu, Solution Biologics menerima persetujuan praktik manufaktur yang baik dari Badan Regulasi Farmasi Nasional untuk memformulasi dan melakukan proses fill and finish vaksin COVID-19 CanSino secara lokal.
Beberapa negara ASEAN juga menggunakan vaksin buatan Tiongkok sebagai bagian dari program imunisasi nasional mereka, seperti Indonesia, Thailand, Kamboja, dan Filipina.
Wakil Presiden Penelitian dan Pengembangan (Litbang) CanSino Biologics Xin Chunlin mengatakan bahwa baik vaksin CanSino yang disuntikkan dan yang dihirup, yang kini sedang menjalani uji coba, akan memungkinkan vaksinasi yang lebih efisien untuk publik.
Ia mengatakan bahwa bentuk vaksin yang dihirup lebih fleksibel, menggunakan seperlima dari formulasi versi suntik, dan dapat tetap stabil selama hampir satu bulan dalam suhu ruangan.
Xin, bersama Wang Hongyi, wakil presiden bisnis internasional CanSino, telah mengunjungi beberapa negara termasuk Meksiko, Pakistan, Malaysia, dan Indonesia, negara-negara yang menurut Wang ingin bekerja sama dengan Tiongkok dalam memperoleh teknologi.
Menguraikan pentingnya produksi vaksin berbasis adenovirus lokal di Malaysia, direktur Institut Genom dan Vaksin Ghows Azzam mengatakan bahwa langkah tersebut akan menjadi pengubah permainan bagi Malaysia, yang berusaha untuk mengembangkan dan memproduksi vaksinnya sendiri.
Ghows mengatakan bahwa kerja sama erat antara Tiongkok dan Malaysia telah memfasilitasi negara tersebut dalam membangun kapasitas vaksinnya.
“Dukungan dari pemerintah Malaysia dan tentunya hubungan baik dengan pemerintah Tiongkok pasti akan membantu kami untuk mengkatalisasi inovasi kami dalam pengembangan vaksin,” imbuhnya. [Red]












Tinggalkan Balasan